Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here

Jumat, 25 November 2022

KEMAJUAN PERADABAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM MASA DAULAH ABBASIYAH

 KEMAJUAN PERADABAN DAN KEBUDAYAAN ISLAM MASA DAULAH

ABBASIYAH



Daulah Abbasiyah yang berkuasa selama lima setengah abad, adalah salah satu

pemerintahan dalam sejarah Islam yang sangat mementingkan usaha perkembangan

peradaban Islam. Telah banyak prestasi yang ditorehkan oleh Daulah Abbasiyah, dari

perluasan wilayah, pengembangan ilmu pengetahuan hingga seni bangunan arsitektur.

a. Pengembangan Ilmu Pengetahuan

Periode awal pemerintahan, Daulah Abbasiyah memiliki

khalifah-khalifah yang memiliki perhatian besar terhadap

pengembangan ilmu pengetahuan, seperti ; Khalifah Abu

Ja’far Al-Mansyur. Dikenal sebagai seorang khalifah yang

cinta ilmu pengetahuan, sehingga harta dan kekuasaaanya

dimanfaatkan untuk pengembangan dan kemajuan ilmu

pengetahuan.


Pada periode inilah landasan bagi perkembangan ilmu pengetahuan disiapkan.

Khalifah Abu Ja’far Al-Mansyur secara langsung meminta kepada para ilmuan untuk

secara serius mengembangkan pengetahuan yang dimilikinya untuk kemaslahatan

ummat manusia. Kerjasama yang apik antara ilmuan dan pemerintah melahirkan para

ilmuan muslim dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Kedokteran, Filsafat, Kimia,

Botani, Astronomi, Matematika, dan lain-lain.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan ilmu pengetahuan berkembang

dengan pesat, yaitu ;

1. Terjadinya asimilasi budaya, bahasa, pengetahuan antara bangsa Arab dengan

bangsa lainnya.

2. Gerakan penerjemahan berbagai ilmu pengetahuan dari bahasa asalnya ke bahasa

Arab. Gerakan penerjemahan ini berlangsung sejak Khalifah Abu Ja’far Al-

Mansyur hingga Khalifah Harun Ar-Rasyid. Buku-buku klasik Romawi dan

Yunani yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu filsafat, astronomi, farmasi, dan

seni budaya dialihbahasakan dalam bahasa Arab.

3. Pendirian pusat studi dan kajian yang diberi nama Baitul Hikmah. Tempat ini

bukan saja hanya menjadi pusat studi orang-orang di wilayah Baghdad, tapi hampir

dari seluruh penjuru dunia.

 

4. Pembentukan Majelis Munadzarah pada masa Khalifah Abdullah Al-Makmun

menjadi pusat kajian yang mengupas segala persoalan hukum keagamaan.


b. Penertiban Administrasi Pemerintahan

Usaha membangun peradaban emas juga terjadi pada bidang administrasi

pemerintahan Daulah Abbasiyah.

 Pengangkatan Wazir (Perdana Menteri) yang bertugas membantu khalifah dalam

menjalankan roda pemerintahan. Wazir dibantu oleh beberapa departemen ;

1. Diwanul Kharij ; Departemen Luar Negeri

2. Diwanul Ziman ; Departemen Pengawasan Urusan Negara

3. Diwanul Jundi ; Departemen Pertahanan dan Keamanan

4. Diwanul Akarah ; Departemen Tenaga Kerja dan Pekerjaan Umum

5. Diwanul Rasa’il ; Departemen Pos dan Telekomunikasi.

 Pengangkatan Ra’isul Kitabah (Sekretaris Negara) yang memimpin Diwanul

Kitabah (Sekretariat Negara). Dalam menjalankan tugasnya Ra’isul Kitabah

dibantu oleh lima orang Katib (Sekretaris), yaitu :

1. Katib Rasa’il ; sekretaris bidang persuratan

2. Katib Kharraj ; sekretaris bidang perpajakan dan kas negara

3. Katib Jundi ; sekretaris bidang kemiliteran, pertahanan dan kemanan

4. Katib Qada ; sekretaris bidang hukum dan perundang-undangan

5. Katib Syurtah ; sekretaris bidang kepolisian dan keamanan sipil

 Pengangkatan kepala daerah untuk menjaga daerah wilayah kekuasaan Daulah

Abbasiyah yang dipimpin oleh gubernur (Amir). Untuk memudahkan kordinasi

pemerintah pusat dan daerah, di bawah gubernur dibentuk pemerintah desa

(Qaryah) yang dipimpin oleh Syaikhul Qaryah (Kepala Desa).

 Pembentukan Mahkamah Agung, yang menangani beberapa bidang hukum,

seperti ;

1. Al-Qadi ; mengadili perkara agama, hakimnya disebut Qadi

2. Al-Hisbah ; mengadili perkara umum, baik pidana maupun perdata, hakimnya

disebut Al-Mustahsib

3. An-Nazar fil Mazalim ; pengadilan tingkat banding setelah dari pengadilan Al-

Qadi atau Al-Hisbah, hakimnya disebut Sahibul Mazalim.

c. Politik dan Militer

 Bidang Politik


Dalam bidang politik Daulah Abbasiyah menjalan hubungan persahabatan yang

baik dengan negara-negara lain, diantaranya:

1. Menjalin kerjasama politik dengan Raja Frank di sebagian wilayah Andalusia

(Spanyol). Tujuannya adalah, untuk mengantisipasi meluasnya pengaruh Daulah

Umayyah.


 Gambar ilustrasi 7 ; luas wilayah kekuasaan Daulah Abbasiyah

Sumber : banjirembun.com

2. Menjalin hubungan dengan Afrika Barat. Tujuannya adalah, menambah

kekuatan dan kekuasaan Abbasiyah di Baghdad, Irak.

 Bidang Militer

Daulah Abbasiyah pernah mencapai profesionalisme militer yang terjadi pada

periode pertama dan periode kedua pemerintahannya. Sekitar 100 tahun lamanya

kebijakan politik dan militer sepenuhnya mandiri ditangan para khalifah Daulah

Abbasiyah, tanpa dipengaruhi oleh bangsa manapun. .

Setidaknya ada empat periode kepemimpinan Daulah Abbasiyah dalam

mewujudkan kemandirian politik dan militer :

1. Periode pertama (750-847 M), kebijakan militer yang diambil pada periode ini

merupakan usaha para khalifah dalam memberikan landasan pemerintahan yang

tangguh dan militer yang kuat.

2. Periode kedua (847-946 M), periode ini kebijakan politik dan militer Daulah

Abbasiyah banyak dipengaruhi oleh orang-orang Turki. Hal ini mengakibatkan

banyak orang Turki yang menduduki posisi penting dalam jabatan militer

Daulah Abbasiyah. Orang-orang Turki yang banyak menduduki posisi penting

itu tidak dapat dikendalikan, mereka mampu mengontrol kekuasaan bahkan

banyak gubernur dan panglima tentara yang menyatakan diri sebagai khalifah. Dari sini tanda-tanda perpecahan dalam pemerintahan Daulah Abbasiyah mulai

tampak.

3. Periode ketiga (946-1094 M), munculnya kekuatan politik dari Bani Buwaihi

yang beraliran Syiah. Mereka dapat mengontrol pemerintahan Daulah

Abbasiyah, bahkan mampu menekan khalifah Abbasiyah saat itu khalifah Al-

Mustakfi. Agar menjadikan Ahmad Buwaihi sebagai Amirul ‘Umara (Panglima

Tentara). Sejak saat itu khalifah Daulah Abbasiyah tidak lagi memiliki

kekuasaan penuh, karena roda pemerintahan dipengaruhi oleh dominasi Bani

Buwaihi.

4. Periode keempat (1094-1258 M), pemerintahan Daulah Abbasiyah di bawah

kendali orang-orang Seljuk dari Turki. Mereka mampu menghilangkan dominasi

Bani Buawaihi yang berkuasa lama dalam pemerintahan Daulah Abbasiyah.

Selama periode inilah, Bani Seljuk berhasil mengambil alih kekuasan dan

jalanya roda pemerintahan dari tangan khalifah. Roda pemerintahan Daulah

Abbasiyah tidak lagi berada di tangan khalifah yang sah, para khalifah Daulah

Abbasiyah hanya diperkenankan mengurusi persoalan-persoalan agama.

Kekhalifahan Daulah Abbasiyah hilang di tahun 1258 M saat tentara Mongol

yang dipimpin Hulagu Khan memorak-porandakan kota Baghdad sebagai pusat

pemerintahan Daulah Abbasiyah.

d. Ekonomi (Perdagangan, Perindustrian dan Pertanian)

Peningkatan taraf hidup masyarakat dalam

bidang ekonomi masa Daulah Abbasiyah sebenarnya

telah dimulai saat Khalifah Abu Ja’far Al-Mansyur

berkuasa. Ia merupakan tokoh utama dari peletak dasar

ekonomi Daulah Abbasiyah, sikap tegas, adil dan

bijaksana membawa Daulah Abbasiyah maju dalam

berbagai bidang.

Kemajuan sektor ekonomi Daulah Abbasiyah pada masa ini disebabkan

oleh usaha-usaha para khalifah yang mendorong kemajuan dalam sektor

perdagangan.

 Sektor Perdagangan

Perekonomian masyarakat pada masa Daulah Abbasiyah meningkat saat

khalifah Al- Mahdi (775-785 M) memerintah. Hubungan luar negeri Daulah

Abbasiyah dengan kerajaan-kerajaan lain telah membawa peningkatan

kesejahteraan masyarakat dan menambah kas negara.

Kota Basrah menjadi pelabuhan penting, sebagai tempat transit antara

Timur dan Barat,

banyak mendatangkan kekayaan bagi Abbasiyah. Selain itu, ada juga

pelabuhan Damaskus dan dermaga Kuffah. Seiring itu, terjadi peningkatan

pada sektor tambang, pertanian dan industri.

 Sektor Perindustrian

Khalifah Daulah Abbasiyah memiliki perhatian yang sangat serius dalam

memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Untuk itu, mereka aktif mendorong

kemajuan sektor perindustrian. Para khalifah menganjurkan masyarakatnya

untuk berlomba-lomba dalam industri dan pengolahan.

Banyak kota dibangun untuk pusat perindustrian. kota Basrah menjadi

pusat industri gelas dan sabun, kota Kuffah merupakan pusat industri tekstil,

industri pakaian dari sutra bersulam ditempatkan di kota Damaskus yang

pusat kerajinan sutranya berada di Khazakstan, dan kota Syam menjadi pusat

industri keramik dan gelas berukir.

 Sektor Pertanian

Pembangunan kanal, bendungan, irigasi dan

terusan diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan petani

yang hasilnya mampu meningkatkan produktifitas para

petani dan kualitas hasil panennya. Sebagai contoh, pada

masa khalifah Harun Ar-Rasyid, istri khalifah, Ratu

Zubaidah menyaksikan penderitaan rakyat akibat

kemarau panjang dalam kunjungannya ke Makkah dan

Madinah. Atas usulan permaisuri, khalifah membangun

sebuah bendungan dan terusan yang dapat mengalirkan air ke ladang-ladang dan untuk kebutuhan hidup para petani. Sehingga

kehidupan masyarakat di dua kota suci itu sejahtera. Untuk mengenang jasa

Ratu Zubaidah, bendungan itu diberi nama “Bendungan Zubaidah”.

 e. Seni Budaya

Peradaban Islam dalalm bidang seni budaya, sastra mancapai puncak

kejayaannya pada masa Daulah Abbasiyah. Kota Baghdad menjadi kota pusat

studi ilmu, seni dan sastra. Kemajuan ini disebabkan karena proses asimilasi

(pertemuan budaya) antara bangsa Arab dengan bangsa lainnya. Apalagi setelah

kegiatan penerjemahan berbagai macam buku dari Yunani, India, Byzantium, dan

Persia ke dalam bahasa Arab.

Perkembangan peradaban yang dapat diidentifikasi dalam bidang seni budaya

dan sastra seperti :

 Seni Arsitektur

Seni arsitektur ini sangat digemari oleh para khalifah. Seni arsitektur ini

sangat berguna untuk keperluan membangun gedung, masjid, istana,

madrasah, dan kantor pemerintahan. khalifah Abbsiyah tidak segan-segan

mendatangkan arsitek-arsitek dari Byzantium, Yunani, Persia, dan India untuk

mendisain bangunan dan mengajarkan seni arsitektur bangunan kepada orang

Abbasiyah.

Bukti dari kemajuan pradaban seni arsitektur pada masa Daulah

Abbasiyah masih dapat ditemukan sampai saat ini dari keindahan gedung-

gedung istana, masjid, madrasah sebagai peninggalan Daulah Abbasiyah.

 Seni Tata Kota

Seni tata kota dan arsitektur pada masa Daulah Abbasiyah bernilai

sangat tinggi, banyak bangunan dan kota dibangun dengan teknik tata kota

yang berseni tinggi. Diantara kota-kota itu adalah :

 Kota Baghdad


Baghdad dibangun tahun 763 M pada masa pemerintahan khalifah Abu

Ja’far Al-Mansyur. Pembangunan kota ini melibatkan 100.000 orang ahli

bangunan, terdiri dari arsitek, tukang batu, tukang kayu, pemahat, pelukis, dan

lain-lain yang didatangkan dari Suriah, Iran, Basrah, Mosul, Kuffah, dan

daerah –daerah yang lainnya. Biaya pembangunan kota ini mencapai

4.833.000 dirham.

Kota Baghdad dibangun berbentuk bundar sehingga disebut kota bundar

(Al-Mudawwarah). Dikelilingi dua lapis tembok besar dan tinggi. Bagian

bawah selebar 50 hasta dan bagian atas 20 hasta, tingginya 90 kaki (27.5 m).

Di luar tembok dibangun parit yang dalam, yang berfungsi ganda sebagai

saluran air dan benteng pertahanan.

Di tengah kota dibangun istana khalifah diberi nama Qashrul Dzahab

(istana emas) yang melambangkan kemegahan dan kejayaan. Di samping

istana, dibangun pula Masjid Jami’ Al-Mansyur.

 Kota Samarra

Lima tahun setelah kota Baghdad

mengalami kemajuan Khalifah Al-

Mu’tashim Billah (833-842 M) membangun

kota Samarra. Di dalam kota ini terdapat

istana yang indah dan megah, masjid raya,

taman kota dengan bunga-bunga yang indah,

dan alun-alun. Untuk memudahkan

masyarakat memenuhi kebutuhan hidupnya,

dibangun pula pusat-pusat perbelanjaan dan

pusat-pusat pelayanan publik.

Gambar ilustrasi 11. Khalifah Al-Mu’tashim Billah

 Sumber : Gana Islamika

Selain pembangunan di kota-kota tersebut, dua kota suci umat Islam

Makkah dan Madinah juga tidak terlepas dari sentuhan seni arsitektur para

penguasaa Daulah Abbasiyah. Terlebih Masjid Al-Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah. Menurut tradisi, setiap penguasa muslim pada

masanya masing-masing turut ambil bagian dalm renovasi dan

pembangunan dua Masjid suci kebanggaan umat Islam tersebut.

f. Seni Sastra

Dunia sastra mencapai puncak kejayaannya pada

masa Daulah Abbasiyah. Kota Baghdad merupakan

pusatnya para penyair dan sastrawan. Bahkan hampir

seluruh khalifah Abbasiyah menyukai sastra. Berikut

beberapa penyair dan sastrawan yang terkenal saat itu

 Abu Athiyah (760 – 841 M)

 Abu Nawas (741 – 794 M)

 Abu Tamam (w 847 M)

Gambar ilustrasi 12: al Mutanabbi

 Sumber ; wikiwand.com

 Al-Buhtury (821 – 900 M)

 Al-Muntanabbi (961 – 967 M)

Kota Baghdad terkenal dengan kisah yang melegenda di kalangan umat Islam

yaitu cerita tentang 1001 malam (Alfu Lailah Wa Lailah) yang ditulis oleh

Mubasyir ibnu Fathik.

Read More

Kamis, 24 November 2022

DAULAH ABBASIYAH MEMBANGUN PERADABAN ISLAM

 DAULAH ABBASIYAH

MEMBANGUN PERADABAN ISLAM



A. Sejarah Berdirinya Daulah Abbasiyah

Sejarah terbentuknya Daulah Abbasiyah tidak dapat terlepas dari perjalanan sejarah

Daulah Umayyah. Pada awal terbentuknya, Daulah Umayyah mengalami masa kejayaan.

Beragam prestasi mampu dicapai pemerintah Daulah Umayyah, keadaan ini berlangsung

hingga masa pemerintahan khalifah al Walid bin Abdul Malik. Setelah itu, kemunduran

Daulah Umayyah makin tampak. Sepeninggal khalifah Hisyam bin Abdul Malik,

kemunduran itu semakin tampak. Kekacauan terjadi dimana-mana, pertikaian internal

Keluarga tak terhindarkan.



sejarah Islam dimulai dengan membaca dan memahami teks tentang proses

terbentuknya Daulah Abbasiyah, mari kita membaca dan memahami materi berikut

a. Faktor Pendukung Terbentuknya Daulah Abbasiyah

Tentunya kalian masih ingat tentang Daulah Umayyah yang berkuasa selama

90 tahun (660 – 750 M). Sejarawan mencatat cukup banyak kemajuan yang

dicapai Daulah Umayyah, mulai wilayah kekuasaan yang membentang dari India

hingga Afrika Utara, sistem administrasi pemerintahan yang tertata dengan rapih,

penyebaran Islam hingga ke dataran Eropa, hingga kemajuan ilmu pengetahuan.

Terbentuknya Daulah Abbasiyah disebabkan beberapa faktor pendukung.

Antara lain :

1. Perpecahan internal keluarga Daulah

Umayyah dan kekisruhan politik dalam

negeri.

2. Munculnya gerakan perlawanan terhadap

pemerintah Daulah Umayah yang

dilakukan oleh : kelompok Mawali, kelompok Dahaq bin Qais Asy-Syaibani,

dan kelompok Syiah yang menilai tampuk kekuasaan khalifah adalah hak

keturunan Ali bin Abi Thalib dan ingin menuntut balas atas terbunuhnya Husain

bin Ali di Karbala.

3. Perpecahan kelompok suku Arab Utara dan Arab Selatan.

4. Kekecewaan Ulama dan tokoh agama kepada Khalifah Marwan bin Muhammad

yang dinilai tidak memiliki sikap negarawan yang baik.

5. Wafatnya Khalifah Marwan bin Muhammad (khalifah terakhir Daulah

Umayyah) setelah kalah dalam pertempuran di tepi sungai Zab, Irak di tahun

132 H/750 M.

b. Proses Berdirinya Daulah Abbasiyah

Babak ketiga dalam drama besar politik Islam ditandai dengan berdirinya

Daulah Abbasiyah, mereka menyebut dirinya dengan Daulah. Menandakan sebuah  era baru, dan memang benar-benar menjadi era baru. Dinamakan Abbasiyah,

karena pendiri Daulah ini merupakan keturunan Abbas bin Abdul Muthalib,

paman Nabi Muhammad Saw. Daulah Abbasiyah berkuasa dalam rentang waktu

yang panjang selama 550 tahun (750 – 1258 M). Berpusat di Baghdad, Irak

sebagai ibu kota, wilayah kekuasaan Daulah Abbasiyah membentang luas meliputi

Asia Barat, Asia Selatan, Afrika Utara hingga Eropa.

Lembar sejarah dari proses berdirinya Daulah Abbasiyah tidak terlepas dari

sosok keluarga Bani Abbas bernama Ali bin Abdullah. Sebagai sepupu Rasulullah

Saw, ia merasa yang paling berhak menjadi pemimpin setelah Khulafa’ur

Rasyidin. Ali bin Abdullah melakukan propaganda anti Daulah Umayyah, ia

mencoba meraih simpati masyarakat luas dengan menamakan gerakan

propagandanya sebagai keluarga Bani Hasyim. Tetapi sebelum usahanya itu

terwujud, Ali bin Abdullah wafat di tahun 124 H/742 M.

Ambisi Ali bin Abdullah selanjutnya dilanjukan oleh putranya yaitu

Muhammad bin Ali. Dalam rangka mewujudkan cita-citanya itu ia menjadikan

kota Kuffah dan Khurasan sebagai basis gerakan anti Daulah Umayyah. Di kota

Khurasan Muhammad bin Ali mendapat dukungan dari pemimpin masyarakat

Khurasan yaitu Abu Muslim al Khurasani. Namun, Muhammad bin Ali lebih dulu

wafat di tahun 127 H/745 M sebelum cita-citanya meraih kekuasaan terwujud.

Ibrahim bin Muhammad bertekad melanjutkan perjuangan para

pendahulunya sepeninggal Muhammad bin Ali. Gerakan yang dilakukan Ibrahim

bin Muhammad mendapat perhatian khusus dari Khalifah Marwan bin

Muhammad (Khalifah terakhir Daulah Umayyah) dan menganggapnya sebagai

ancaman negara. Untuk meredam gerakan Ibrahim bin Muhammad, pada tahun

128 H/746 M Ibrahim bin Muhammad tertangkap oleh pasukan Daulah Umayyah

dan wafat dalam pengasingan.

Wafatnya Ibrahim bin Muhammad membuat keluarga Bani Abbas semakin

gencar melakukan pemberontakan. Dibantu oleh Abu Muslim Al-Khurasani, Abu

Abbas As-Saffah dan Abu Ja’far Al-Mansyur melakukan penyerangan terhadap

kota-kota penting Daulah Umayyah dan menguasainya. Keadaan ini membuat

Khalifah Marwan bin Muhammad tidak bisa berbuat apa-apa hingga ia terkepung

di kota Damaskus, Syiria. Walaupun ia berhasil melarikan diri ke Yordania dan

Palestina, Khalifah Marwan bin Muhammad tertangkap di kota Fustat, Mesir dan wafat di sana. Dengan wafatnya Khalifah Marwan bin Muhammad, maka

berakhirlah era pemerintahan Daulah Umayyah.

Dalam masa konflik itu, ada salah seorang keturunan Daulah

Umayyah yaitu Abdurrahman bin Mu’awiyah bin Hisyam bin

Abdul Malik, atau yang lebih dikenal dengan Abdurrahman Ad-

Dakhil. Ia berhasil pergi ke Andalusia dan membangun imperium

kekuasaan Daulah Umayyah ke 2.


Mozaik Sejarah :

Tokoh penting dalam proses berdirnya Daulah Abbasiyah :

a. Ali bin Abdullah (w. 124 H/742 M)

b. Muhammad bin Ali (w. 127 H/745 M)

c. Ibrahim bin Muhammad (w. 128 H/746 M)

d. Abul Abbas As-Saffah (Khalifah pertama)

e. Abu Ja’far al Mansyur (dalam perjalanan sejarah, kelak menjadi khalifah ke 2)


c. Para Pemimpin Daulah Abbasiyah

Daulah Abbasiyah berkuasa

selama lima setengah abad (132 – 656

H / 750 – 1258 M). Dalam masa

kekuasaannya tersebut ada 37 khalifah

yang pernah memimpin, mereka telah

banyak mengukir prestasi dalam

berbagai bidang seperti, kemajuan di

bidang administrasi pemerintahan,

kemajuan bidang ilmu pengetahuan,

kemajuan bidang politik, kemajuan

bidang militer, kemajuan bidang ekonomi, arsitektur, dan sebagianya.

1. Abul Abbas As-Saffah (Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Al-

Abbas), (750 – 754 M).

2. Abu Ja’far Al-Mansyur (Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin

Al-Abbas), (754 – 775 M).

3. Al-Mahdi (Muhammad bin Abu Ja’far Al-Mansyur), (775 – 785 M).

4. Musa Al-Hadi (Musa bin Al-Mahdi bin Al-Mansyur), (785 – 786 M).

5. Harun Ar-Rasyid (Harun bin Al-Mahdi bin Al-Mansyur), (786 – 809 M).

6. Al-Amin (Muhammad bin Harun Ar-Rasyid), (809 – 813 M).

7. Al-Ma’mun (Abdullah bin Harun Ar-Rasyid), (813 – 833 M).

8. Al-Mu’tashim (Muhammad bib Harun Ar-Rasyid), (833 – 842 M).

9. Al Watsiq Billah (Harun bin Al-Mu’tashim bin Ar-Rasyid), (842 – 847 M).

10. Al Mutawakkil ‘Alallah (Ja’far bin Al-Mu’tashim bin Ar-Rasyid), (847 – 861

M).

11. Al-Muntashir Billah (Muhammad bin Al-Mutawakkil bin Al-Mu’tashim), (861

– 862 M).

12. Al-Musta’in (Al-Abbas bin Al-Mutawakkil), (862-866 M).

13. Al-Mu’tazz Billah (Muhammad bin Al-Mutawakkil bin Al-Mu’tashim), (866 –

869 M).

14. Al-Muhtadi Billah (Muhammad Al-Watsiq bin Al-Mu’tashim), (869 – 870 M).

15. Al-Mu’tamad ‘Alallah (Ahmad bin Al-Mutawakkil bin Al-Mu’tashim), (870 –

892 M).

16. Al Mu’tadhid Billah (Ahmad bin Al-mUwaffaq Thalhah bin Al-Mutawakkil

bin Al-Mu’tashim), (892 – 902 M).

17. Al-Muktafi Billah (Ali bin Al-Mu’tadhid), (902 – 908 M).

18. Al Muqtadir Billah (Ja’far bin Al-Mu’tadhid), (908 – 932 M).

19. Al-Qahir Billah (Muhammad bin Al-Mu’tadhid), (932 – 934 M).

20. Ar-Radhi Billah (Muhammad bin Al-Muqtadir bin Al-Mu’tadhid), (934 – 940

M).

21. Al-Muttaqi Lillah (Ibrahim bin Al-Muqtadir bin Al-Mu’tadhid), (940 – 944 M).

22. Al-Mustakfi Billah (Ali bin Al-Mu’tadhid), (944 – 946 M).

23. Al-Muthi’ Lillah (Al-Fadhl bin Al-Muqtadir bin Al-Mu’tadhid), (946 – 974 M).

24. At-Thai’ Lillah (Abdul Karim bin Al-Muthi’ bin Al-Muqtadhid), (974 – 991 M)

25. Al-Qadir Billah (Ahmad bin Ishaq bin Al-Muqtadir), (991 – 1031 M).

26. Al-Qaim Biamirillah (Abdullah bin Al-Qadir Billah), (1031 – 1075 M).

27. Al-Muqtadi Biamirillah (Abdullah bin Muhammad bin Al-Qaim Biamirillah),

(1075 – 1094 M).

28. Al-Mustazhhir Billah (Ahmad bin Al-Muqtadi Biamirillah), (1094 – 1118 M).

29. Al-Mustarsyid Billah (Al-Fadhl bin Al-Mustazhhir Billah), (1118 – 1135 M).

30. Al-Rasyid Billah (Mansyur bin Al-Mustazhhir Billah), (1135 – 1136 M).

31. Al-Muqtafi Liamirillah (Muhammad bin Al-Mustazhhir Billah), (1136 – 1160

M).

32. Al-Mustanjid Billah (Yusuf bin Al-Muqtafi Liamirillah), (1160 – 1170 M)

33. Al-Mustadhi’ Biamirillah (Al-Hasan bin Al-Mustanjid Billah), (1170 – 1180

M).

34. An-Nashir Lidinillah (Ahmad bin Al-Mustadhi Biamirillah), (1180 – 1225 M).

35. Az-Zahir Biamirillah (Muhammad bin An-Nashir Lidinillah), (1225 – 1226

M).

36. Al-Mustanshir Billah (Mansyur bin Az-Zahir Biamirillah), (1226 – 1242 M).

37. Al-Musta’shim Billah (Abdullah bin Al-Mustanshir Billah), (1242–1258 M).


Bingkai Khazanah :

- Daulah Abbasiyah menerapkan sistem pemerintahan Monarki,

dimana Khalifah dipilih berdasarkan garis keturunan dan rakyat

harus tunduk menrimanya.

- Di Indonesia menerapkan Demokrasi Pancasila, dimana Presiden

dipilih oleh rakyat melalui pemilihan umum (PEMILU)


d. Keruntuhan Daulah Abbasiyah

Kekhilafahan daulah Abbasiyah tidak dapat lagi mengendalikan dan

mengawasi jalannya roda pemrintahan daerah di wilayah kekuasaan daulah

Abbasiyah sepanjang kawasan Mediterania dengan Asia Tengah.


Akibatnya, muncul disintegrasi antara kekuatan-kekuatan sosial dan

kelompok-kelompok moral. Seiring dengan itu, terjadi kehancuran semangat juang

bangsa Arab, perbudakkan, kehidupan mewah, minum-minuman keras, nyanyi-

nyaian yang rutin dipertunjukan dilingkungan istnana, merupakan faktor lain yang

melemahkan semangat juang dan menghasilkan generasi pewaris takhta yang

lemah.

Ada dua faktor penyebab keruntuhan Daulah Abbasiyah, faktor internal dan

faktor eksternal.

1. Faktor internal lebih banyak berperan sebagai penyebab kehancuran Daulah

Abbasiyah diantaranya ;

a. Hubbud Dunya (kecintaan yang berlebihan terhadap kemewahan dunia).

Periode awal Daulah Abbasiyah berkuasa menghasilkan kemakmuran dan

kemewahan hidup di kalangan penguasa. Kondisi ini mendorong generasi

khalifah berikutnya untuk hidup lebih mewah dari khalifah sebelumnya, hal

ini menyebabkan pemborosan uang kas negara.

b. Konflik keluarga Daulah Abbasiyah yang berujung pada perebutan

kekuasaan. Pada periode kedua kekhalifahan Daulah Abbasiyah, perebutan

kekuasaan nampak jelas. Pada periode ini, hanya empat khalifah yang

meninggal secara wajar. Selebihnya para khalifah ada yang meninggal

diracun, dibunuh, dan diturunkan paksa.

c. Meningkatnya konflik keagamaan. Konflik antara kelompok Sunni-Syiah

sejak masa khalifah Ali bin Abi Thalib dan Mu’awiyah bin Abi Sufyan tidak

pernah selesai hingga masa Daulah Abbasiyah.

d. Melemahnya jiwa patriotisme dan Nasionalisme. Daulah Abbasiyah banyak

memperoleh kemakmuran, sehingga mampu membayar tentara asing dari

Turki untuk menjaga keamanan dan pertahanan negara. Persoalan ini

memicu merosotnya jiwa patriotisme dan nasionalisme rakyat Daulah

Abbasiyah.

2. Faktor eksternal ;

Penyerangan tentara Mongol atas Baghdad (ibu kota Daulah Abbasiyah)

yang dipimpin oleh Hulagu Khan pada 1258 M, saat itu Daulah Abbasiyah

dipimpin oleh Al-Mu’tashim Billah. Setelah kota Baghdad hancur dan khalifah

Daulah Abbasiyah terbunuh, berakhirlah kekuasaan Daulah Abbasiyah. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, dunia muslim tanpa khalifah yang namanya

biasa disebut-sebut dalam sholat Jum’at.

a. Banyak muncul pemberontakan

Setelah periode kedua, kekhalifahan Daulah Abbasiyah tidak sekuat

para pendahulunya. Kebijakan pemerintahan yang tidak berpihak kepada

rakyat, tingginya pajak yang dibebankan kepada rakyat, mengakibatkan

banyak daerah-daerah yang memberontak dan memisahkan diri dari

pemerintah pusat Daulah Abbasiyah.

b. Dominasi bangsa Turki dan bangsa Persia

Bangsa Turki dan bangsa Persia (Bani Buwaihi) banyak menguasai

pemerintahan dan mempengaruhi kebijakan khalifah. Segala persoalan

terkait jalannya roda pemerintahan dikendalikan oleh bangsa Turki dan

bangsa Persia. Kedudukan khalifah Daulah Abbasiyah benar-benar hanya

sebatas pemerintahan boneka saja.

Read More

POLA DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW. DI MEKKAH

 POLA DAKWAH NABI MUHAMMAD SAW. DI MEKKAH





A.Dakwah Secara Rahasia (Sirriyah)

  • Nabi Muhammad menggunakan cara ini bukan karna beliau takut,tapi melainkan strategi dakwah.
  • Beliau melaksanakan dakwah ini selama tiga tahun.
  • Pertama-tama, Nabi Muhammad menawarkan Islam kepada orang-orang terdekatnya, keluarga besar dan sahabat karib beliau.
  • Mereka yang pertama masuk Islam di sebut ” As sabiqun al awwalun ” ( Orang-orang yang paling pertama masuk Islam )  Mereka adalah :
  1. Khadijah binti Khuwalid
  2. Said bin Haritsah
  3. Ali bin Abi Thalib
  4. Abu Bakar Ash Sidiq
  5. Utsman bin Affan

B. Dakwah Secara Terang-Terangan ( Jahr)

  • Ketika perintah dakwah Jahr turun,Nabi Muhammad mengundang Bani Hasyim dan beberapa orang Bani Al Muthalib.
  • Beliau menyeru kepada kaumnya untuk menyembah dan berserah diri kepada Allah SWT.
  • Kaum Quraisy merasa terganggu dengan Dakwah Nabi,karena menentang ajaran nenek moyang.
  • Semenjak itu Kaum Kafir Quraisy mencoba berbagai cara untuk menghentikan Dakwah Nabi Muhammad SAW.
  • Meraka menghentikannya dengan :
  1. Menjelek-jelekkan Agama Islam.
  2. Berusaha membunuh Nabi Muhammad SWT.
  3. Menawarkan harta,  wanita dll.kepada Nabi Muhammad, tetapi beliau harus meninggalkan Islam.
  4. Menawarkan kepada Nabi Muhammad, untuk bertukar kepercayaan.Dan lain Sebagainya.
  • Walaupun sudah mencoba berbadai cara untuk menghentikan Dakwah Nabi Muhammad SWA,tapi tidak berhasil.
  • Karna Nabi Muhammad beserta Kaum nya masih memegang teguh keimanannya kepada Allah SWT.
Read More

KEARIFAN NABI MUHAMMAD SAW WUJUDKAN KEDAMAIAN

KEARIFAN NABI MUHAMMAD SAW WUJUDKAN KEDAMAIAN



A. Kepercayaan Masyarakat Sebelum Islam

Pada awalnya, masyarakat Makkah adalah penganut agama tauhid yang dibawa oleh Nabi Ibrahim as. Kemudian dilanjutkan oleh putranya Nabi Ismail as..

Perjalanan hidup Nabi Ibrahim, Siti Hawa (istrinya), dan Nabi Ismail (putranya)

membuahkan sejumlah ajaran dan kebudayaan Islam yang sampai sekarang terpelihara, seperti Ka’bah, maqam Ibrahim, dan peristiwa qurban. Bahkan Proses

perjalanan kehidupan keluarga ini dinapaktilasi oleh umat Islam dalam salah satu

rukun haji.

Setelah Nabi Ismail as. wafat, masyarakat Makkah mulai pindah menyembah

selain Allah. Proses perpindahan kepercayaan itu berawal dari Amir bin Lubai

VHRUDQJSHPEHVDUVXNX.KX]D¶DK\DQJPHODNXNDQSHUMDODQDQNH6\DP 6\LULD 

Dia melihat penduduk kota Syam melakukan ibadah dengan menyembah berhala.

Dia tertarik untuk mempelajari dan mempraktikannya di Makkah. Dia membawa

berhala yang diberi nama Hubal dan diletakkan di Ka’bah. Berhala Hubal menMDGLSLPSLQDQEHUKDOD\DQJODLQQ\DVHSHUWL/DWWD8]]DGDQ0DQQD

Dia mengajarkan kepada masyarakat Makkah cara menyembah berhalah. Sehingga masyarakat menyakini bahwa berhala adalah perantara untuk mendekatkan diri kepada tuhannya. Sejak itulah mereka mulai membuat berhala-berhala

sehinga mencapai 360 berhala yang diletakkan mengelilingi Ka’bah. Dan mulailah kepercayaan baru masuk ke masyarakat Makkah dan kota Makkah menjadi

pusat penyembahan berhala.

Ketika melaksanakan haji, bangsa Arab melihat berhala-berhala di sekitar

Ka’bah. Mereka bertanya alasan menyembah berhala. Para Pembesar menjawab

bahwa berhala-berhala tersebut merupakan perantara untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Setelah itu, mereka kembali ke daerahnya dan meniru cara ibadah

PDV\DUDNDW 0DNNDK 0XODLODK NHSHUFD\DDQ EDUX PHQ\HEDU GL VHOXUXK -D]LUDK

Arab.

Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadis dengan sanad dari Ibnu Abbas,

yang berbunyi: “Patung-patung yang ada pada zaman Nabi Nuh AS merupakan

patung-patung yang disembah pula dikalangan bangsa Arab setelah itu. Adapun

Wudd adalah berhala yang disembah oleh suku Kaib di Daumatul Jandal. Suwa

adalah sesembahan Hudzail. Yaghuts sesembahan suku Murad, kemudian berpinGDKNH%DQL*KDWLIGLGLOHUHQJEXNLW\DQJWHUOHWDNGLNRWD6DED.”

Adapun Ya’uq adalah sesembahan Suku Hamdan. Nasr sesembahn suku HiP\DUGDQNHOXDUJD']L.LOD¶3DGDKDOQDPDQDPDLWXDGDODKQDPDRUDQJRUDQJ

VDOHK GL ]DPDQ 1DEL 1XK DV 6HWHODKPHUHND ZDIDW VHWDQPHPELVLNNDQ NDXP

12 Buku Siswa Kelas VII MTs

yang saleh supaya dibuat patung-patung mereka di tempat-tempat pertemuan dan

menamainya sesuai dengan nama-nama mereka. Patung-patung itu tidak disembah sebelum orang-orang saleh itu mati dan ilmunya telah hilang. Dari situlah,

penyembahan terhadap berhala-berhala mulai.

Masa itu disebut masa Jahiliyyah. Jahiliyyah bukan berarti mereka bodoh dari

keilmuannya, namun mereka bodoh dari keimanan kepada Allah seperti yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim as.. Mereka menyimpangkan ajaran-ajaran Nbai Ibrahim as. Adapun faktor-faktor penyebab penyimpangan tersebut adalah:

1. Adanya kebutuhan terhadap Tuhan yang selalu bersama mereka terutama saat

mereka membutuhkan.

2. Kecenderungan yang kuat mengagungkan leluhur yang telah berjasa terutama

kepala kabilah nenek moyang mereka.

3. Rasa takut yang kuat menghadapi kekuatan alam yang menimbulkan bencana

mendorong mereka mencari kekuatan lain di luar Tuhan.

Disamping kepercayaan terhadap penyembahan berhala, ada kepercayaan lain

yang berkembang di Makkah, yaitu:

a. Menyembah Malaikat

 Sebagian masyarakat Arab menyembah dan menuhankan malaikat. Bahkan

sebagian beranggapan malaikat adalah putri Tuhan.

b. Menyembah Jin, Ruh, atau hantu

 Sebagian masyarakat Arab menyembah jin, hantu, dan ruh leluhur mereka.

Mereka mengadakan sesajian berupa kurban binatanag sebagai bahan sajian

agar mereka terhindar dari bahaya dan bencana.

Di saat-saat agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad Saw. akan datang,

beberapa orang sudah berushaa untuk tidak menyembah berhala lagi dan berbalik menyebarkan ajaran tauhid yang dibawa Nabi Ibrahim as. Diantara mereka

adalah Waraqah bin Naufa, Umayyah bin Shalt, Qus Saidah, Usman bin Khuwairis, Abdullah bin Jahsyi, dan Zainal bin Umar. Mereka adalah kelompok

yang menentang tradisi menyembah berhala. Namun Mereka meninggal sebelum

datangnya Islam.

B. Kondisi Sosial Masyarakat Makkah Sebelum Islam

Bangsa Arab memiliki karakter yang positif seperti pemberani, ketahanan

¿VLN NHNXDWDQ GD\DLQJDW KRUPDW DNDQ KDUJD GLUL GDQ PDUWDEDW SHQJDQXW NHbebasan, loyal terhadap pimpinan, pola hidup sederhana, ramah, ahli syair dan

Sejarah Kebudayaan Islam Kurikulum 2013 13

sebagainya. Tapi karakter baik mereka terkikis oleh kejahiliyahan mereka.

Mereka melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk seperti minum khamr (arak)

VDPSDLPDEXNEHU]LQDEHUMXGLPHUDPSRNGDQVHEDJDLQ\D0HUHNDPHQHPSDWkan perempuan pada kedudukan yang sangat rendah. Perempuan dipandang ibarat

binatang piaraan dan tidak memiliki kehormatan dan kekuatan untuk membela

diri. Laki-laki memiliki kebebasan untuk menikah dan menceraikan semaunya.

Tradisi yang terburuk di masyarakat Arab adalah mengubur anak-anak perempuan mereka secara hidup-hidup. Mereka merasa terhina dan malu memiliki anak

perempuan dan marah bila istrinya melahirkan anak perempuan. Mereka menyakini bahwa anak perempuan akan membawa kemiskinan dan kesengsaraan.

Selain itu, sistem perbudakan berlaku di masyarakat Arab. Para majikan memiliki kebebasan mempelakukan budanyaknya. Mereka punya kebebasan menyiksa budaknya, bahkan memperlakukan budaknya seperti binatang dan barang

dagang yang bisa dijual atau dibunuh. Posisi budak tidak memiliki kebebasan

hidup yang layak dan manusiawi.

C. Kondisi Ekonomi Masyarakat Makkah Sebelum Islam

Bangsa Arab memiliki mata pencaharian bidang perdagangan, pertanian, dan

peternakan. Peternakan menjadi sumber kehidupan bagi Arab Badui. Mereka berpindah-pindah menggiring ternaknya ke daerah yang sedang musim hujan atau

ke pandang rumput. Mereka mengosumsi daging dan susu dari ternaknya. Serta

membuat pakaian dan kemanya dari bulu domba. Jika telah terpenuhi kebutuhannya, mereka menjualnya kepada orang lain. Orang kaya dikalangan mereka

terlihat dari banyaknya hewan yang dimiliki.

Selain Arab Badui, sebagian masyarakat perkotaan yang menjadikan peternakan sebagai sumber penghidupan. Ada yang menjadi pengembala ternak milik

sendiri, ada juga yang mengembala ternak orang lain. Seperti Nabi Muhammad

Saw, ketika tinggal di suku Bani Sa’ad, beliau seorang pengembala kambing. Begitu juga Umar bin Khaththab, Ibnu Mas’ud dan lain.

Adapun Masyarakat perkotaan yang tinggal di daerah subur, seperti Yaman,

Thaif, Madinah, Najd, Khaibar atau yang lainnya, mereka menggantungkan sumber kehidupan pada pertanian. Selain pertanian, mayoritas mereka memilih perniagaan sebagai mata pencaharian, khusunya, penduduk Makkah. Mereka memiliki

pusat perniagaan istimewa. Penduduk Makkah memiliki kedudukan tersendiri dalam pandangan orang-orang Arab, yaitu mereka penduduk negeri Haram

(Makkah). Orang-orang Arab lain tidak akan mengganggu mereka, juga tidak

akan mengganggu perniagaan mereka. Allah Swt. telah menganugrahkan hal itu

14 Buku Siswa Kelas VII MTs

NHSDGDPHUHND$OODK6ZW%HU¿UPDQGDODP46DO$QNDEXW>@

j

ŮŚĵ j h

l

Ȋĵj

ĸ

h

Ŧ

h

=l

űj

Źjɉ

l

źh

ń l

ŴŲ j i

Mĵğ

ȍA i

ť ğ

śh

ňh

ļ

i

Ɇ

h

bĵe

ŶŲ<ĵ j e

Ųh

ŋh

ńĵh

Ŷ

l

Ű

h

šh

Łĵğ

ŵ

h

ɁAl

bh

ŋ

h

Žl

ű

h

ɉ

h

b

h

=

̈́h

`l

b

i

ŋ

i

ŧ

l

Ȳh

Žj

kġ

ĬAjĹh

ų

l

šjŶ

j

Ʌ

h

b h

`l

ź

i

ŶŲj

l

İ

i

Ž

Artinya : dan Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa Sesungguhnya

Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia

sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran)

mereka masih percaya kepada yang bathil dan ingkar kepada nikmat Allah?

Suku Quraisy merupakan pendudukan Makkah yang memegang peranan

GDODPSHUQLDJDDQGL-D]LUDK$UDE0HUHNDPHQGDSDWSHQJDODPDQSHUQLDJDDQGDUL

orang-orang Yaman yang pindah ke Makkah. Orang-orang Yaman terkenal keahlianya di bidang perniagaan. Selain itu, kota Makkah memiliki Ka’bah sebDJDLWHPSDWRUDQJRUDQJGLMD]LUDK$UDEPHODNVDQDNDQKDML0HUHNDGDWDQJXQWXN

melaksanakan haji setiap tahun.

Kebiasaan Orang-orang Quraisy mengadakan perjalanan perdagangannya ke

daerah-daerah lain. Allah Swt. mengabadikan perjalanan dagang mereka sebagai

perjalanan dagang yang sangat terkenal, yaitu perjalanan musim dingin menuju


Artinya: Karena kebiasaan orang-orang Quraisy. (Yaitu) kebiasaan mereka

bepergian pada musim dingin dan musim panas. Maka hendaklah mereka

menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka’bah). Yang telah memberi makanan

kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari

ketakutan. (QS. Quraisy [106] : 1-4)

Orang-orang Arab memiliki pusat-pusat perdagangan yang terkenal seperti

8ND]K0LMDQQDK GDQ =XO0DMD] )XQJVL SXVDW SHUGDJDQJDQ EXNDQ KDQ\D VHbagai tempat transaksi perdagangan, tetapi juga menjadi pusat pertemuan para

sastrawan, penyair, dan orator. Mereka saling menguji kemampuan. Hal ini mengambarkan bahwa konsep pasar tidak sekadar sebagai pusat perdagangan, tetapi

juga menjadi pusat peradaban, kekayaan bahasa dan transaksi-transaksi global.

Bahasa Arab orang-orang Quraisy pada saat itu menjadi bahasa yang paling mudah diucapkan, paling enak didengar serta paling kaya perbendaharaan kata dan

Sejarah Kebudayaan Islam Kurikulum 2013 15

maknanya.

'DODPELGDQJHNRQRPLULEDVXGDKPHQMDGLWUDGLVLGDQOD]LPGLSUDNWLNNDQGL

MD]LUDK$UDE%DKNDQ0DNNDKVHEDJDLSXVDWVXGDKWHUSHQJDUXKLVLVWHPULED+DO

ini bisa terjadi karena terpengaruh dengan sistem perdagangan yang dilakukan

oleh bangsa lain.

Adapun alat transportasi utama saat itu adalah Unta, yang dianggap sebagai

perahu padang pasir. Unta merupakan kendaraan yang menakjubkan. Unta memiliki kekuatan yang tangguh, mampu menahan haus dan mampu menempuh perjalanan yang sangat jauh. Unta-onta ini pergi membawa barang dagangan dari

satu negeri ke negeri lainnya untuk diperjualbelikan.

D. Kondisi Politik Masyarakat Arab Sebelum Islam

Pada masyarakat Arab pra-Islam dapat dibagi menjadi bua bagian berdasarkan

atas batas territorial:

1. Penduduk kota (al-hadharah \DQJWLQJJDOGLNRWDSHUQLDJDDQ-D]LUDK$UDELD

seperti Makkah dan Madinah. Kota Makkah merupakan kota penghubung

perniagaan Utara dan Selatan. Para pedagang dengan kabilah-kabilah yang

berani membeli barang dagangan dari India dan Cina di Yaman dan menjualnya

ke Syiria di Utara.

2. Penduduk pedalaman yang mengembara dari satu tempat ke tempat lain. Cara

mereka hidup adalah nomaden, berpindah dari suatu daerah ke daerah lain,

mereka tidak mempunyai perkampungan yang tetap dan mata pencaharian

yang tepat bagi mereka adalah memelihara ternak, domba dan unta.

Sebelum datangnya Islam, ada tiga kekuatan politik besar yang mempengaUXKL SROLWLN$UDE \DLWX NHNDLVDUDQ1DVUDQL%\]DQWLXP NHNDLVDUDQ 3HUVLD \DQJ

memeluk agama Zoroaster, serta Dinasti Himyar yang berkuasa di Arab bagian

selatan.

.HNDLVDUDQ%\]DQWLXPGDQ.HNDLVDUDQ5RPDZL7LPXUGHQJDQLEXNRWD.RQstantinopel merupakan bekas Imperium Romawi masa klasik. Pada permulaan

abad ke-7, wilayah imperium ini telah meliputi Asia kecil, Siria, Mesir dan sebagian daerah Italia, serta sejumlah kecil wilayah di pesisir Afrika Utara juga berada

di bawah kekuasaannya.

Sedangkan kekaisaran Persia berada di bawah kekuasaan dinasti Sasanid (Sasaniyah). Ibu kota Persia adalah al-Madana’in, terletak sekitar dua puluh mil di

sebelah tenggara kota Baghdad yang sekarang. Wilayah kekuasaannya terbentang

16 Buku Siswa Kelas VII MTs

dari Irak dan Mesopotamia hingga pedalaman timur Iran serta Afganistan.

.RQGLVLSROLWLNMD]LUDK$UDEWHUSHQJDUXKLROHKGXDKDO\DLWXpertama, interakVLGXQLD$UDEGHQJDQNHNDLVDUDQ%\]DQWLXPGDQ3HUVLDKedua, persaingan antara

agama Yahudi, Nasrani dan Zoroaster.

Bangsa Arab terdiri beberapa suku. Mereka memiliki rasa cinta berlebihan

terhadap sukunya. Tidak jarang, peperangan terjadi antar suku. Seperti perang

Fujjar, perang saudara yang terkenal karena terjadi beberapa kali. Pertama perang

DQWDUDVXNX.LQDQDKGDQ+DZD]DQNHPXGLDQ4XUDLV\GDQ+DZD]DQVHUWD.LQDQDKGDQ+DZD]DQODJL3HSHUDQJDQ)XMMDUWHUMDGLWDKXQVHEHOXP5DVXOGLXWXV

6HODLQLWXGL-D]LUDK$UDEWHUGDSDW%HEHUDSDNHUDMDDQ\DQJSHUQDKDGDDQWDUD

lain:

1. Kerajaan Kindah (480-529 SM)

 'LD DGDODK VDWXVDWXQ\D NHUDMDDQ \DQJ EHUGLUL GLWHQJDKWHQJDK -D]LUDK

Arab di antara hukum yang diatur berdasarkan kabilah. Namun, kerajaan ini berumur sangat pendek. Raja pertama kerajaan ini bernama Hajar Akil al-Mirar. Dia

tunduk di bawah kerajaan Himyar di Yaman. Cucunya yang bernama Harits bin

‘Amr berhasil meluaskan pengaruhnya ke Hirah. Namun, kerajaan mereka hancur

dan kembalilah kerajaannya pada kehidupan kabilah. Penyair yang bernama Imrul Qais salah seorang pengarang syair-syair masa jahiliah menisbatkan dirinya

pada raja-raja Kindah. Dia telah berusaha untuk membangun kembali kerajaan

leluhurnya, namun gagal.

2. Kerajaan Ma’in dan Kerajaan Qatban (1200 SM-700 SM)

.HGXD NHUDMDDQLQL KLGXS GL VDWX ]DPDQ .HGXDQ\D DGDODK NHUDMDDQ SDOLQJ

awal di Yaman. Namun, sejarah tentang kedua kerajaan itu sangatlah sedikit.

3. Kerajaan Saba’ (955 SM-115 SM)

Kerajaan Saba’ ini berdiri setelah runtuhnya kerajaan Ma’in dan Qatban. Kerajaan Saba’ juga meliputi Hadharmaut. Ibu kotanya adalah Ma’rab. Kerajaan ini

menjadi terkenal disebabkan dua hal.

Pertama, adanya Ratu Bilqis. Kisah tentang ratu ini dengan Nabi Sulaiman

disebutkan dalam surah an-Naml. Kedua, Bendungan Ma’rab yang besar. Bendungan ini menjadikan Yaman menjadi sebuah negeri yang makmur dan sejahtera.

Namun, kemudian bendungan ini hancur. Maka, terjadilah sebuah bencana air

bah yang dahsyat. Akhirnya, penduduk setempat banyak yang pindah ke wilayah

utara. Peristiwa ini sekaligus menjadi tanda kehancuran Saba’ dan berdirinya kerajaan Himyar.

Sejarah Kebudayaan Islam Kurikulum 2013 17


Artinya : 15. Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada tanda (kekuasaan Tuhan)

di tempat kediaman mereka Yaitu dua buah kebun di sebelah kanan dan di

sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu dari rezki yang

(dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. (Negerimu)

adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha Pengampun”.

16. Tetapi mereka berpaling, Maka Kami datangkan kepada mereka banjir yang

besardan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi

(pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Atsl dan sedikit dari pohon Sidr (QS.

Saba’ [34] : 15-16)

4. Kerajaan Himyar

Kerajaan ini berdiri setelah runtuhnya kerajaan Saba’ dan menjadikan Zhafar

sebagai ibukotanya. Raja-rajanya memberikan gelar kepadanya Tababi’ah. Saba’

dan Himyar meninggalkan peninggalan-peninggalan yang menunjukkan keagungan kemajuan yang dicapai dua kerajaan ini.

Kerajaan ini kemudian semakin mundur di akhir-akhir pemerntahannya. Sehingga, Yaman diduduki oleh orang-orang Romawi dan disusul kemudian oleh

Persia.

5. Pendudukan Romawi di Yaman

']XQXZDVUDMD+LP\DU\DQJPHPHOXNDJDPD<DKXGLPHPEHULSLOLKDQNHSDGD

orang-orang Masehi Najran antara memeluk agama Yahudi atau mereka harus

mati. Temyata mereka lebih baik memiliki mati daripada dipaksa harus memeluk

agama Yahudi. Maka, dia segera menggali parit dan mereka dibakar di dalam

parit itu.

̇


 “Binasalah orang-orang yang membuat parit, yang berapi (dinyalakan dengan)

kayu bakar, ketika mereka duduk di sekitarnya.”(QS. al-Buruj [85]: 4-6)

18 Buku Siswa Kelas VII MTs

Sebagian mereka melarikan diri dan meminta bantuan kepada penguasa Habasyah yang menganut agama Kristen (an-Najasyi) yang kemudian meminta bantuan pada kaisar Romawi-pelindung agama Kristen. Kaisar kemudian mengirimkan kapal perang dan senjata. Maka, Najasyi mampu menaklukkan kota Yaman

berkat komandannya yang bernama Arbath.

Pada saat itu salah seorang pembantu dekatnya yang bernama Abrahah

melakukan pemberontakan dan akhirnya membunuhnya. Maka, jadilah Abrahah

penguasa di Yaman. Peristiwa ini terjadi pada saat hidupnya Abdul Mutthalib bin

Hasyim, kakek Rasulullah.

6. Pendudukan Orang-Orang Persia atas Yaman

6DODKVHRUDQJDQDNUDMD+LP\DU\DQJEHUQDPD6DLIELQ']L<D]DQPHODULNDQ

diri ke Persia. Dia meminta bantuan kepada orang-orang Persia untuk mcngeluarkan orang-orang Habasyah dari negerinya. Maka, mereka pun bergerak dan

mampu mengalahkan orang-orang Romawi.

Kisra Persia memerintahkan agar mengangkat Saif sebagai raja untuk seluruh

<DPDQ6HWHODK6DLIWHUEXQXK.LVUDPHQJLULP:DKUX]PHQMDGLSHQJXDVDGL<DPDQ GDQWXQGXN GL EDZDK SHPHULQWDKDQ3HUVLD6HWHODK:DKUX]PHQLQJJDO GLD

digantikan oleh anak-anak dan cucu-cucunya.

Tatkala Rasulullah diangkat sebagai Rasul, penguasa Yaman asal Persia saat

LWXDGDODK%DG]DQVDODKVHRUDQJNHWXUXQDQ:DKUX]5DVXOXOODKPHQJDMDN%DG]DQ

untuk memeluk Islam. la menyambut ajakan itu dan masuk agama Islam.

7. Kerajaan Hirah,

Sejarah kerajaan Hirah ini mulai sejak abad 111 M. dan terus berdiri sampai

lahirnya Islam. Kerajaan ini telah berjasa juga terhadap kebudayaan Arab, karena

ZDUJD QHJDUDQ\D EDQ\DN PHQJDGDNDQ SHUMDODQDQSHUMDODQDQ GLVHOXUXK MD]LUDK

Arab terutama untuk berniaga, dalam pada itu mereka juga menyiarkan kepandaian menulis dan membaca. Karena itu mereka dapat dianggap sebagai pennyiar

LOPXSHQJHWDKXDQGLMD]LUDK$UDE

8. Kerajaan Ghassan,

Nama Ghassan itu berasal dari mata air di Syam yang disebut Ghassan. Kaum

Ghassan memerintah di bagian selatan dari negeri Syam dan di bagian utara dari

MD]LUDK$UDE0HUHND WHODK PHPSXQ\DL NHEXD\DDQ \DQJ WLQJJL GDQ PHQJDQXW

agama Masehi yang diterimanya dari bangsa Romawi dan merekalah yang memaVXNNDQDJDPD0DVHKLLWXNHMD]LUDK$UDE

Sejarah Kebudayaan Islam Kurikulum 2013 19

9. Hijaz,

+LMD]EHUEHGDGHQJDQQHJHULQHJHULDUDE\DQJODLQ1HJHUL+LMD]EHOXPSHUnah dijajah, diduduki dan dipengaruhi negara-negara asing. Hal itu dikarenakan

OHWDNJHRJUD¿VGDQQHJHULPLVNLQVHKLQJJDWLGDNPHQDULNQHJDUDQHJDUDODLQXQtuk menjajahnya.

Kota terpenting di daerah ini adalah Makkah, tempat ka›bah berada. Pada

awalnya, Makkah dan Ka'bah dikuasai oleh Nabi Ismail, kemudian putra sulungnya Nabit, dan dilanjutkan oleh penguasa-penguasan kabilah Jurhum. Kemudian

VXNX-XUKXPGLJDQWLROHKVXNX.KX]D¶DK\DQJGDWDQJGDUL<DPDQVHWHODKUXQWXKnya bendungan Ma'rib, dan berkusa di Makkah selama 300 th.

Dalam abad ke-5 M, Suku Quraisy merebut kekuasaan Makkah dan Ka’bah

GDUL.KX]D¶DK0DNNDKPHQJDODPLNHPDMXDQGLEDZDKNHNXDVDDQ6XNX4XUDLV\8QWXNPHQJXUXV0DNNDKGDQPHQJDPDQNDQSDUDSHQ]LDUDK\DQJGDWDQJNH

kota Makkah, suku Quraisy mendirikan semacam pemerintahan. Selain itu, suku

Quraisy mangatur urusan yang berkenaan dengan Ka’abah. Ada sepuluh (10)

jabatan tinggi yang dibagikan kepada kabilah dari suku Quraisy yaitu :

a. Hijabah (penjara kunci ka’bah)

E 6LTD\DK SHQMDUDDLUPDWD=DP]DP

c. Diyat (Kekuasaan hakim sipil dan criminal)

d. Sifarah (kuasa usaha Negara atau duta)

e. Liwa (jabatan ketentaraan)

f. Rifadah (pengurus pajak bagi fakir miskin)

g. Nadwah (jabatan ketua dewan)

h. Khaimman (pengurus balai musyawarah)

L .KD]LQDK MDEDWDQDGPLQLVWUDVLNHXDQJDQ

M $]OLP SHQMDJDSDQDKSHUDPDO XQWXNPHQJHWDKXLSHQGDSDWSDUDGHZDGHZD 

Read More

Informatika dan Keterampilan Generik

Informatika dan Keterampilan Generik



 Informatika adalah bidang ilmu mengenai studi, perancangan, dan pembuatan sistem komputasi, serta prinsip-prinsip yang menjadi dasar perancangan tersebut. Menurut KBBI, komputasi adalah:


penghitungan dengan menggunakan komputer

dalam matematika, penghitungan dengan menggunakan bilangan-bilangan atau peubah-peubah yang dilaksanakan berdasarkan urutan langkah yang diberikan.

Jadi komputasi adalah ilmu yang berkaitan dengan pemodelan matematika dan penggunaan komputer untuk menyelesaikan masalah-masalah sains. Kenapa sih kita harus belajar informatika? Jawabannya simple dan mudah, kita hidup bukan lagi di jaman batu.


Era digital ini sering disebut juga Industri 4.0, Masyarakat sekarang ini disebut Masyarakat 5.0 (Society 5.0). Melalui mata pelajaran informatika, diharapkan di masa mendatang, kalian tidak hanya bisa mempergunakan teknologi komputer, tetapi juga tahu kapan teknologi tepat dimanfaatkan untuk menyelesaikan pekerjaan, bahkan juga tahu bagaimana membuat aplikasi teknologi untuk mengatasi berbagai persoalan.


Berpikir Komputasional (BK)

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)

Sistem Komputer (SK), Jaringan Komputer dan Internet (JKI)

Analisis Data (AD)

Algoritma dan Pemrograman (AP)

Dampak Sosial Informatika (DSI)

Praktika Lintas Bidang (PLB)

Informatika dan Profil Pelajar Pancasila. Bagi pelajar Indonesia, karakter yang baik ini dirumuskan sebagai Profil Pelajar Pancasila, yang memiliki ciri-ciri berikut ini.


- Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia

- Berkebinekaan global

- Mandiri

- Bergotong Royong

- Bernalar kritis

- Kreatif


Perbedaan TIK dan Informatika. Menurut Unesco (2006), yang dimaksud dengan TIK adalah semua bentuk teknologi yang dipakai untuk mengirim kan, menyimpan, menciptakan, membagikan, atau mempertukarkan informasi.


TIK mencakup teknologi seperti radio, televisi, video, DVD, telepon (telepon saluran tetap dan telepon genggam), sistem satelit, komputer dan jaringan komputer, serta peralatan dan layanan yang berhubungan dengan teknologi ini, seperti video-conference dan surel.


Informatika adalah bidang ilmu yang mencakup 5 elemen, yaitu Berpikir Komputasional (BK), Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Teknik Komputer (TK), Jaringan Komputer dan Internet (JKI), Analisis Data (AD), Algoritma dan Pemrograman (AP), Dampak Sosial informatika (DSI), dan Praktika Lintas Bidang (PLB). 


Pengantar Keterampilan Generik. Dalam konsep kurikulum informatika, dikenal adanya 7 aspek praktika lintas bidang, yaitu:

Membina budaya kerja masyarakat digital dalam tim yang inklusif.

Berkolaborasi untuk melaksanakan tugas dengan tema Komputasi.

Mengenali dan mendefinisikan persoalan yang penyelesaiannya dapat didukung dengan sistem komputasi.

Mengembangkan dan menggunakan abstraksi.

Mengembangkan artefak komputasi, misalnya membuat program sederhana untuk menunjang model komputasi yang dibutuhkan di pelajaran lain.

Mengembangkan rencana pengujian, menguji, dan mendokumentasikan hasil uji artefak komputasi.

Mengomunikasikan suatu proses, fenomena, solusi TIK dengan mempresentasikan, memvisualisasikan, dan memperhatikan hak kekayaan intelektual.

Agar bekerja dalam kelompok menjadi efisien, efektif, dan menghasilkan solusi yang baik, bisa melakukan hal berikut ini:


Pahami persoalan dan tujuan bersama yang akan dicapai kelompok.

Lakukan pembagian peran dalam kelompok sehingga setiap anggota mendapat peran dan pembagian tugas.

Kerjakan tugas sesuai peran masing-masing.

Setelah masing-masing mengerjakan bagian sesuai perannya, tim harus berkumpul untuk mengintegrasikan hasil kerja masing-masing.

Kelompok dipimpin oleh ketua kelompok atau diskusi, merumuskan kesimpulan semua kelompok dengan berdiskusi.


Infografis. Apa sih infografis itu? Infografis berisi informasi teks dan gambar atau grafik lain yang akan mempermudah pembaca menangkap pesan yang dimaksud. Sebuah infografis mempunyai komponen konten dan tampilan. Dalam merancang infografis perlu memerhatikan:


- Tujuan infografis dibuat

- Kepada siapa infografis ditujukan

- Konten harus benar, masuk akal, dan jelas sumbernyaDari segi tampilan, kalian perlu memperhatikan hal-hal berikut ini:


- Pemilihan kata-kata kun

- Pemilihan huruf yang sesuai ukuran dan jenisny

- Pemilihan ilustrasi (grafik, gambar) yang sesua

- Tata warna yang serasi dan sesuai dengan kontek

- Tata letak yang bai


Persentasi. Sebuah bahan presentasi yang baik adalah gabungan antara penjelasan murni tekstual dan infografis. Biasanya, bahan presentasi disampaikan dalam ringkasan butir-butir penting dari paparan (oleh sebab itu, perkakas pembuatnya disebut “Power Point”). Kriteria dari sebuah bahan presentasi yang baik ditentukan oleh konten dan tampilanny


Dari segi konten: Mengandung bagian penting berikut yang menunjukkan alur logika dari paparan yang mengalir dengan runtu

- Ringkasa

- Latar belakan

- Paparan utam

- Penutup/kesimpula

- Ditulis dalam bahasa yang sesuai dan dalam bentuk butir-butir kata kunci serta ringkasan teksnagnt:a.ksiaci



Read More

Rabu, 23 November 2022

Menuntut Ilmu Untuk Meraih Martabat Mulia

 

MENUNTUT ILMU UNTUK MERAIH MARTABAT MULIA


A. Q.S. ‘Abasa ayat 1-10


     1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,

     2. karena telah datang seorang buta kepadanya[1554].

3. tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa),


4. atau Dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?


5. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup[1555],


6. Maka kamu melayaninya.


7. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau Dia tidak membersihkan diri (beriman).


8. dan Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran),


9. sedang ia takut kepada (Allah), SWT


10. maka kamu mengabaikannya.



 B. Asbabun Nuzul Q.S. 'Abasa


            Beberapa ulama mengatakan surah ini turun menyangkut sikap Nabi Saw. kepada ‘Abdullah Ibn Ummi Maktum, dia seorang yang buta maka tidak tahu bahwa Rasulullah sedang sibuk, ketika Nabi Muhammad Saw.sedang sibuk menjelaskan ajaran agama Islam kepada tokoh-tokoh musyrikin Makkah, salah satunya adalah Al-Walid Ibn AlMugirah. Beliau berharap ajakannya dapat menyentuh hati dan pikiran mereka, sehingga mereka memeluk Islam, diharapkan akan membawa dampak positif bagi perkembangan dakwah Islam.


Pada saat Rosulullah SAW sedang sibuk berdakwah tersebut, kemudian Abdullah bin Ummi Maktum datang kepada Rasulullah s.a.w. meminta ajaran-ajaran tentang Islam; lalu Rasulullah s.a.w. bermuka masam dan berpaling dari padanya, karena beliau sedang sibuk menghadapi pembesar Quraisy dengan pengharapan agar pembesar-pembesar tersebut mau masuk Islam. Karena sikap Rasulullah inilah maka turunlah surat ini sebagai teguran kepada Rasulullah s.a.w.


C. ISI KANDUNGAN Q.S. ‘ABASA AYAT 1-10


       Dalam QS. ‘Abasa: 1-10 ini, Allah Swt.. memerintahkan Nabi Saw. agar tidak berpaling dari orang yang ingin membersihkan jiwanya, membersihkan diri dari akhlak tercela, dan ingin mendapatkan pengajaran, kemudian tidak terlalu berharap kepada para pemuka Quraisy akan keislamannya, Allahlah yang akan memberikan petunjuk bagi yang dikehendaki Nya. Allah Swt juga memerintahkan Nabi Saw agar tidak mengkhususkan member peringatan kepada seseorang, namun wajib menyampaikannya kepada siapa saja, tidak membedakan kaya atau miskin, pejabat atau rakyat biasa. Sambutan yang baik kepada orang yang datang dan membutuhkan itu lebih baik dan wajib, sedangkan berpalingnya pada orang kaya yang tidak memerlukan karena tidak memiliki keinginan pada kebaikan itu tidak layak.

         Kewajiban kita adalah mendidik kaum muslimin, terutama bagi yang menginginkan pengetahuan dan pengajaran. Ayat-ayat diatas mengajari kita akan pentingnya kepedulian terhadap sesama muslim dan menebarkan ilmu keislaman kepada mereka.


 QS. ‘Abasa: 1-10 mengandung beberapa hal yang terkait dengan etika pengajaran, antara lain sebagai seorang mukmin:


(1) wajib mengenali orang yang membutuhkan bantuan.


(2) memberikan pelayanan yang proporsional dan professional


(3) pelayanan yang diberikan harus dengan niat yang ikhlas dan menyerahkan hasilnya

kepada Allah Swt.


 


Ayat-ayat di atas juga mengajarkan kita bahwa sebagai guru hendaknya:


Ø a. Memberikan penghargaan dan pelayanan yang sama.


Ø b. selalu husnudzon


Ø c. harus bersikap cermat dan hati-hati dalam mengambil suatu tindakan, adil, penuh kasih sayang.


Ø  d. menjunjung tinggi kesopanan, dan lemah lembut terhadap muridnya.


 


D. Q.S. AL- MUJADILAH AYAT 11


Artinya: Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majlis", Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", Maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.


E. ISI KANDUNGAN Q.S. AL- MUJADILAH AYAT 11 

Dalam Al-Mujadilah, Allah memerintahkan kaum muslim untuk melakukan perbuatan yang

menguatkan persaudaraan, menumbuhkan empati dan kepedulian sosial, antara lain

dengan memberikan tempat kepada orang lain, terutama saat mencari ilmu, memberi

kelapangan, usaha mencari kebajikan dan kebaikan, berusaha menyenangkan hati orang lain, memberi pertolongan, dan sebagainya termasuk yang dianjurkan Rasulullah Saw.




    Artinya:“Allah selalu menolong hamba selama hamba itu menolong saudaranya.”(HR.Muslim)

Berdasarkan QS. Al-Mujadilah (58): 11, para ulama berpendapat bahwa orang orang yang hadir dalam suatu majelis hendaknya mematuhi ketentuan yang

berlaku dalam majelis itu, antara lain: Saling menghormati, datang pada waktunya,

selalu menjaga suasana yang baik, menjaga persaudaraan, saling bertenggang rasa, bagi yang lebih dahulu datang, hendaknya memenuhi tempat di depan, bagi orang yang terlambat datang, hendaknya menerima dengan lapang.


Selanjutnya dijelaskan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang yang

beriman, taat dan patuh kepada-Nya, melaksanakan perintah-Nya, menjauhi laranganNya, berusaha menciptakan suasana damai, aman, dan tenteram dalam masyarakat, juga

orang-orang berilmu yang menggunakan ilmunya untuk menegakkan kalimat Allah.

Dari ayat ini dipahami bahwa orang-orang yang mempunyai derajat yang paling tinggi

di sisi Allah ialah orang yang beriman dan berilmu yang diamalkan sesuai dengan

perintah Allah dan Rasul-Nya.


Di akhir ayat, Allah menegaskan bahwa Dia Maha Mengetahui secara detil semua yang dilakukan manusia, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Dia akan memberi balasan yang adil sesuai dengan perbuatan masing-masing.

Read More

Selasa, 22 November 2022

Bacaan Gharib Dalam Al-Quran

BACAAN GHARIB DALAM AL-QURAN



 Pengertian Bacaan Gharib


Berdasarkan terminologinya, seperti yang dikutip dari buku Argumentasi Bacaan Gharib dan Musykilat yang ditulis oleh Abdul Muhaimin dan Mas'ulil Munawaroh, kata gharib merupakan bentuk jamak yang diambil dari kata gharaib yang mempunyai arti di antaranya adalah sesuatu yang tidak dikenal, sesuatu yang aneh, sesuatu yang sulit dimengerti atau sulit dipahami.
Menurut riwayat Imam Hafsh yang tertulis dalam buku Tuntunan Belajar Tajwid bagi Pemula karya Zaki Zamani, ada beberapa bacaan gharib yang berlaku di Indonesia, di antaranya adalah sebagai berikut.

Jenis Bacaan Gharib Menurut Imam Hafsh

1. Saktah, bacaan saktah ditandai dengan huruf sin kecil (س) atau dengan tulisan lengkap saktah (ساكته). Cara membacanya dengan berhenti sejenak tanpa bernapas sepanjang dua harakat.

Contoh bacaan saktah:
- QS. Yasin ayat 52, yaitu قَالُوا يَا وَيْلَنَا مَنْ بَعَثَنَا مِنْ مَرْقَدِنَا ۜ ۗ هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ وَصَدَقَ الْمُرْسَلُونَ
- QS. Al Qiyamah ayat 27, yaitu وَقِيلَ مَنْ ۜ رَاقٍ

2. Isymam, bacaan isymam terjadi pada huruf nun yang bertasydid yang merupakan gabungan dari 2 huruf nun dan berdampingan satu sama lain. Sebab itu, salah satu nun tersebut dihapus. Contoh bacaan ini hanya ada satu dalam Al Quran.

Contoh bacaan isymam:
- QS. Yusuf ayat 11, yaitu لَا تَأْمَنَّا (dibaca dengan isyarat bibir dimonyongkan)

3. Imalah, bacaan ini berarti membaca fathah ( ﹷ ) yang condong ke kasrah ( ِ- ). Contoh bacaan imalah juga hanya terdapat pada salah satu surat dalam Al Quran.

Contoh bacaan imalah:
- QS. Hud ayat 41, yaitu مَجْرَاهَا (dibaca majreha).

4. Tashil, bacaan tashil pun hanya ada satu dalam Al Quran, yaitu ditandai dengan 2 hamzah yang saling berurutan. Hamzah yang pertama dibaca tahqiiq seperti hamzah pada umumnya. Sedangkan hamzah yang kedua dibaca tashil.

Cara membacanya dengan membunyikan hamzah seperti huruf ha' yang samar, yaitu antara bunyi hamzah dengan bunyi alif.

Contoh bacaan tashil:
- QS. Fussilat ayat 44, yaitu أَأَعْجَمِيٌّ

5. Naqel, bacaan naqel berarti memindahkan kasrah ( ِ- ) pada huruf hamzah ke huruf sebelumnya. Contoh bacaan ini pun hanya terdapat pada satu surat.

Contoh bacaan naqel:
- QS. Al Hujurat ayat 11, yaitu بِئْسَ الِاسْمُ (dibaca bi' salismul)

Baca artikel detiknews, "Mengenal Bacaan Gharib dalam Al Quran Beserta Jenisnya" selengkapnya https://news.detik.com/berita/d-5627856/mengenal-bacaan-gharib-dalam-al-quran-beserta-jenisnya.

Download Apps Detikcom Sekarang https://apps.detik.com/detik/


Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

About

Facebook

Popular Posts

Blog Archive

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

BTemplates.com

Blogroll

About

About

Copyright © Rumah Belajar Online | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com