Read More

Slide 1 Title Here

Slide 1 Description Here
Read More

Slide 2 Title Here

Slide 2 Description Here
Read More

Slide 3 Title Here

Slide 3 Description Here
Read More

Slide 4 Title Here

Slide 4 Description Here
Read More

Slide 5 Title Here

Slide 5 Description Here
Tampilkan postingan dengan label Akidah Akhlak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akidah Akhlak. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 November 2022

KISAH NABI MUSA AS

 KISAH NABI MUSA AS

Sejarah Singkat

Musa llahir di Mesir 1527 SM, pada masa pemerintahan Fir’aun. Ayahnya bernama Imran bin Fahis dan Ibunya bernama Yukabat. Pada saat Musa lahir, Firaun memerintahkan untuk membunuh semua bayi laki-laki yang baru lahir karena takut kekuasaannya nanti akan direbut. Musa kemudian dihanyutkan oleh ibunya ke sungai Nil dan ditemukan oleh istri Fir’aun. Karena istri Fir’aun tidak mempunyai anak, akhirnya Musa diangkat menjadi anak angkatnya.

10 Perintah Allah kepada Nabi Musa

  1. Akulah Tuhan, Allahmu. Jangan ada padamu tuhan lain selain-Ku.
  2. Jangan membuat bagimu patung (sembahan) yang menyerupai apapun.
  3. Jangan menyebut nama Tuhan: Allahmu, dengan sembarangan.
  4. Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat.
  5. Hormatilah ayah dan ibumu.
  6. Jangan membunuh.
  7. Jangan berzina.
  8. Jangan mencuri.
  9. Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu
  10. Jangan mengingini milik sesamamu

Sifat Nabi Musa

  1. Pemberani dalam menyampaikan kebenaran
  2. Taat Kepada Allah
  3. Ketekunan dalam belajar
  4. Sikap suka membela yang lemah
  5. Sabar dalam berdakwah
Read More

ADAB TERHADAP ORANG TUA DAN GURU

                                             ADAB TERHADAP ORANG TUA DAN GURU

 Pengertian Adab

adalah kehalusan budi pekerti atau kesopanan. Ia juga bisa dimaknai sebagai kumpulan asas dan nilai atau aturan atau tata krama atau juga bisa disebut dengan akhlak.

Dalil mengenai adab terhadap Orang Tua

Qs. Al-Isra’ : 23 dan H.R Tirmizi “Keridhaan Allah terletak pada Ridha kedua Orang Tua, dan Kemurkaan Allah juga terletak pada murka kedua Orang Tua”.

 Cara menghormati orang tua

  1. Selalu cinta dan sayang kepada keduanya
  2. Selalu mentaati keduanya dalam hal kebaikan
  3. Merawat dan memelihara keduanya
  4. Menjaga martabat keduanya
  5. Menanggung dan menafkahi keduanya
  6. Tidak memanggil dengan namanya
  7. Tidak duduk ketika keduanya masih berdiri
  8. Tidak mendahului ketika berjalan
  9. Tidak mengutamakan istri dari keduanya
  10. Menjaga hubungan silaturrahmi dengan teman-teman keduanya

Hikmah patuh kepada kedua Orang Tua

  1. Berbakti kepada keduanya adalah salah satu amalan yang paling dicintai Allah
  2. Ketika memiliki anak, anak-anaknya juga akan menjadi anak yang berbakti
  3. Mendapatkan Ridha dan cinta dari Allah

Adab terhadap Guru

Guru adalah salah satu sumber ilmu sehingga adab terhadap guru sangat diperlukan agar ilmu yang sedang dipelajari bisa mendapatkan keberkahan dan kemanfaatan.

 Cara menghormati Guru :

  1. Mengucapkan salam dan menyapa ketika bertemu
  2. Selalu menghormati dan menghargainya
  3. Tidak mencari-cari kesalahannya
  4. Selalu bertanya dengan sopan
  5. Jika melakukan kesalahan segera meminta maaf
  6. Jangan melakukan hal yang bisa menyinggung perasaannya
  7. Mendoakan kebaikannya

Hikmah menghormati Guru

  1. Mendapatkan ilmu yang berkah
  2. Mudah menerima setiap pelajaran yang diberikan
  3. Memudahkan urusan dan dianugerahi nikmat yang lebih
Read More

SIKAP TERCELA TERHADAP DIRI SENDIRI

                                          SIKAP TERCELA TERHADAP DIRI SENDIRI


 Pengertian Ananiah 

secara bahasa berarti keAkuan atau sama dengan egois. Secara istilah adalah suatu sikap yang terlalu mementingkan diri sendiri di atas kepentingan orang lain.

 Ciri sikap Ananiah

selalu ingin menang sendiri, tidak mau memahami perasaan orang lain, tidak mau menerima kritikan, dan sering menyakiti orang lain.

 Dampak negatif sikap Ananiah :

  1. Menimbulkan kekecewaan orang lain
  2. Merusak tali silaturrahmi
  3. Memiliki banyak musuh

 Cara menghindari sikap Ananiah

selalu rendah hati, selalu menghormati orang lain, dan jangan merasa paling benar

 

 Pengertian Putus Asa

adalah suatu sikap yang merasa dirinya telah gagal dalam melakukan sesuatu sehingga tidak mau berusaha lagi.

Ciri Sikap Putus Asa

bermalas-malasan saat gagal, hilang rasa percaya diri, mudah terpancing emosi, dan selalu pesimis.

 Dampak negatif sikap Putus Asa 

  1. Merugikan diri sendiri
  2. Selalu berfikir pesimis
  3. Tidak mampu mngembangkan potensi diri

Cara menghindari sikap Putus Asa

Merenungi kegagalan yang telah dialami, Selalu yakin Allah akan memberikan jalan keluar untuk setiap masalah, Syukuri nikmat yang telah diberikan Allah

 

Pengertian Ghadab 

secara bahasa artinya marah, kasar, keras, dan padat. Sedangkan secara istilah adalah suatu sikap yang tidak bisa mengontrol dirinya sendiri sehingga melakukan hal-hal yang emosional, baik melalui ucapakan maupun perbuatan.

Ciri sikap Ghadab

pandangan mata tajam dan jarang berkedip, susah diajak bicara baik-baik, mengeluarkan kata-kata kasar, dan suka bertindak anarkis

 Dampak negatif dari sikap Ghadap 

  1. Dapat merusak tali silaturrahmi
  2. Tidak dapat menyelesaikan permasalahan yang ada
  3. Dapat mengganggu kesehatan tubuh, seperti stroke,darah tinggi dan sakit jantung

Cara menghindari sikap Ghadap 

saat merasa diri sedang marah maka segeraralah berwudhu’, sadar bahwa menahan marah termasuk salah satu wasiat Rasul, dan selalu berusaha menghindari hal-hal yang dapat memancing amarah.

 

Pengertian Tamak 

secara bahasa artinya sama dengan rakus atau suatu sikap yang ingin memperoleh sesuatu yang banyak untuk dirinya sendiri. Sedangkan secara istilah adalah perilaku yang terlalu cinta pada dunia tanpa memperhatikan hukum yang telah ditetapkan oleh Allah dan Rasulnya

Ciri perilaku Tamak

terlalu cinta harta dan lalai untuk beribadah, berat untuk mengeluarkan harta dalam urusan agama dan kepentingan orang banyak dan tidak mau memikirkan kehidupan akhirat.

 Dampak negatif dari sikap Tamak

  1. Dapat membuat seseorang melakukan segala cara untuk mendapatkan harta
  2. Dapat menjerumuskan pada kesyirikan
  3. Bisa menuntun orang untuk berlaku curang dan senang melakukan penipuan.

Cara menghindari sikap Tamak

selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah, suka menerapkan pola hidup sederhana, dan berusaha menghindari sikap serakah

Read More

Sikap Terpuji Terhadap Diri Sendiri

SIKAP TERPUJI TERHADAP DIRI SENDIRI

Pengertian Tawakkal

secara bahasa berasal dari kata wakala (وكل) yang artinya mewakilkan, menyerahkan, mempercayakan dan pasrah. Sedangkan secara istilah adalah menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dengan tujuan untuk mendapatkan kemaslahatan dan menghilangkan kemudharatan.

 2 Unsur Pokok Tawakkal

Berserah diri dan Berpegang teguh

 Hikmah Tawakkal

    1. Dicukupkan rezekinya oleh Allah
    2. Dikuatkan imannya
    3. Tidak mudah kecewa jika menemui kegagalan

 Pengertian Ikhtiar

Secara bahasa Ikhtiar artinya memilih. Sedangkan secara istilah adalah setiap usaha yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, baik material, spiritual, kesehatan dan juga masa depannya.

 Dalil tentang ikhtiar

Terdapat dalam Q.S Ar-ra’du ayat 11

 Hikmah Ikhtiar 

    1. Merasakan kepuasan batin karena mendapatkan hasil dari usahanya sendiri
    2. Terhormat dalam pandangan Allah dan manusia lainnya
    3. Terhindar dari sikap malas

Pengertian sabar

secara bahasa artinya menahan, mencegah atau tabah hati. Secara istilah sabar adalah kemampuan untuk menahan diri dari berbagai hal yang bisa mendatangkan rasa gundah dan emosi.

3 macam sabar

Sabar dalam menjalankan perintah Allah, sabar dalam menjauhi kemaksiatan, sabar dalam menerima musibah

 Hikmah sabar :

  1. Memiliki emosi yang stabil
  2. Memiliki harapan untuk masuk syurga
  3. Dapat menikmati hidup apapun yang sedang terjadi

 Pengertian Syukur

secara bahasa artinya berterima kasih. Secara istilah adalah memberikan pujian kepada Allah baik dengan ucapan, sikap, dan perbuatan sebagai bentuk terima kasih atas segala yang diberikan Allah.

 3 macam Syukur 

Syukur dengan lisan, syukur dengan badan dan syukur dengan hati.

 Hikmah Syukur

  1. Dapat terhindar dari sikap tamak
  2. Terhindar dari murka Allah
  3. Mendapatkan nikmat tambahan dari Allah


Read More

MUKJIZAT DAN KEJADIAN LUAR BIASA LAINNYA

MUKJIZAT DAN KEJADIAN LUAR BIASA LAINNYA

Pengertian

 

  1. Mukjizat : Bahasa Arab :) أَعْجَزَ يُعْجِزُ مُعْجِزٌ )مُعْجِزَةٌ berarti sesuatu yang melemahkan atau mengalahkan
    Menurut istilah mukjizat berarti sesuatu yang luar biasa yang terjadi pada diri nabi dan Rasul Allah Swt
  2. Karomah : kejadian luar biasa yang dianugerahkan Allah kepada seseorang yang sholeh dan taat kepada-Nya
  3. Ma’unah : Ma’unah adalah kemampuan luar biasa yang diberikan Allah kepada seorang mukmin untuk mengatasi suatu kesulitan
  4. Irhas : kejadian atau hal-hal yang istimewa terjadi pada diri calon Rasul.

 

Macam-macam Mukjizat

  1. Mukjizat Kauniyah adalah mukjizat yang tampak dan dapat dirasakan atau ditangkap oleh pancaindera. Contohnya Nabi Musa membelah lautan
  2. Mukjzat Aqliyah, yaitu mukjizat yang hanya dapat difahami oleh akal pikiran. Satu-satunya adalah Al-Qur’an

 Beberapa contoh Mukjizat

  1. Nabi Ibrahim tidak hangus dibakar api
  2. Nabi Musa membelah lautan
  3. Nabi Isa menghidupkan orang mati
  4. Nabi Muhammad diturunkan Al-Qur’an

Beberapa contoh Karomah

  1. Ashabul Kahfi yang tertidur di gua selama 309 tahun
  2. Sunan Kalijaga mendirikan tiang Masjid Agung Demak

Beberapa contoh Maunah

  1. Seorang nenek yang selamat dari bencana kebakaran
  2. Siswa yang selamat dari reruntuhan bangunan sekolah

Beberapa contoh irhas

  1. Nabi isa dapat berbicara ketika bayi
  2. Nabi ismail menendang tanah dan mengeluarkan air zam-zam

Persamaan Mukjizat, Karomah, Maunah dan Irhas

  1. Sama-sama datang dari Allah
  2. Tidak bisa diulang
  3. Tidak bisa dipelajari
  4. Tidak bisa direncanakan
Read More

Surga dan Neraka

 

Surga dan Neraka



Salah satu di antara pokok keyakinan Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah mengimani keberadaan Surga (Al Jannah) dan Neraka (An Naar). Salah satunya berdasarkan firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir. Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya..” (QS. Al-Baqarah : 24-25).

Mengimani surga dan neraka berarti membenarkan dengan pasti akan keberadaan keduanya, dan meyakini bahwa keduanya merupakan makhluk yang dikekalkan oleh Allah, tidak akan punah dan tidak akan binasa, dimasukkan ke dalam surga segala bentuk kenikmatan dan ke dalam neraka segala bentuk siksa. Juga mengimani bahwa surga dan neraka telah tercipta dan keduanya saat ini telah disiapkan oleh Allah ta’ala. Sebagaimana firman Allah Ta’ala mengenai surga (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang bertakwa” (QS. Ali Imran : 133), dan mengenai neraka (yang artinya), “..yang telah disediakan untuk orang-orang yang kafir.”(QS. Ali Imran : 131).[1] Oleh karena itulah, Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi (wafat 321 H) menyimpulkan dalam Al ‘Aqidah Ath Thahawiyah, “Surga dan neraka adalah dua makhluq yang kekal, tak akan punah dan binasa. Sesungguhnya Allah telah menciptakan keduanya sebelum penciptaan makhluq lain”[2].

Surga dan Kenikmatannya

Allah Ta’ala telah menggambarkan kenikmatan surga melalui berbagai macam cara. Terkadang, Allah mengacaukan akal sehat manusia melalui firman-Nya dalam hadits qudsi, “Kusiapkan bagi hamba-hambaKu yang sholih (di dalam surga, -pen), yaitu apa yang tak pernah dilihat mata, tak pernah didengar telinga, dan tak pernah terlintas dalam hati semua manusia”, kemudian Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda: “Bacalah jika kalian mau, ‘Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang’ (QS. As-Sajdah : 17)”[3]. Di tempat lain, Allah membandingkan kenikmatan surga dengan dunia untuk menjatuhkan dan merendahkannya. Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Tempat cemeti di dalam surga lebih baik dari dunia dan seisinya”.[4] Kenikmatan surga juga Allah Ta’ala gambarkan dengan menyebut manusia yang berhasil memasuki surga dan selamat dari adzab neraka, sebagai orang yang beroleh kemenangan yang besar. Sebagaimana Allah Ta’ala firmankan (yang artinya), “Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir didalamnya sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah kemenangan yang besar” (QS. An-Nisaa’ : 13)[5] Berikut ini akan kami pilihkan beberapa sifat dan kenikmatan yang ada di dalam surga secara ringkas. Semoga Allah mudahkan langkah kita dalam menggapai surgaNya.

Penamaan Surga

Surga (Al Jannah) secara bahasa berarti : kebun (al bustan), atau kebun yang di dalamnya terdapat pepohonan. Bangsa Arab juga biasa memakai kata al jannah untuk menyebut pohon kurma. Secara istilah, surga ialah nama yang umum mencakup suatu tempat (yang telah dipersiapkan oleh Allah bagi mereka yang menaati-Nya), di dalamnya terdapat segala macam kenikmatan, kelezatan, kesenangan, kebahagiaan, dan kesejukan pandangan mata. Surga juga disebut dengan berbagai macam nama selain Al Jannah, diantaranya : Darus Salam (Negeri Keselamatan;lihat QS. Yunus : 25), Darul Khuld (Negeri yang Kekal;lihat QS. Qaaf : 34), Jannatun Na’im (Surga yang Penuh Kenikmatan;QS. Luqman: 8), Al Firdaus (QS. Al Kahfi : 108), dan berbagai penamaan lainnya.[6]

Pintu-Pintu Surga

Surga memiliki pintu-pintu. Dalam sebuah hadits dari shahabat Sahl bin Sa’ad radhiyallaahu anhu dari Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, “Di dalam surga terdapat delapan pintu, di antaranya adalah Ar Rayyan. Tidak ada yang memasukinya kecuali orang-orang yang berpuasa”[7]. Dari Utbah bin Ghazawan radhiyallaahu anhu, beliau berkata mengenai lebar tiap pintu surga, “Rasulullah bersabda kepada kami bahwasanya jarak antara daun pintu ke daun pintu surga lainnya sepanjang perjalanan empat puluh tahun, dan akan datang suatu hari ketika orang yang memasukinya harus berdesakan”.[8]

Tingkatan Surga

Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya surga terdiri atas seratus tingkat, jarak antara dua tingkatnya seperti jarak antara langit dan bumi, Allah menyediakannya untuk orang-orang yang berjihad di jalan-Nya”[9]. Tingkatan surga yang paling tinggi ialah Firdaus. Nabi memerintahkan ummatnya untuk berdoa memohon Firdaus melalui sabdanya, “Jika kalian meminta pada Allah mintalah kepadaNya Firdaus, karena sesungguhnya Firdaus adalah surga yang paling utama, dan merupakan tingkatan tertinggi dari surga, di atasnya terdapat ‘Arsy Ar Rahman dan dari Firdaus itulah memancar sungai-sungai surga”[10]

Bangunan-Bangunan dalam Surga

“Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya mereka mendapat tempat-tempat yang tinggi, di atasnya dibangun pula tempat-tempat yang tinggi” (QS. Az-Zumar : 20). Dari Abu Musa Al Asy’ari dari Nabi shallallaahu alaihi wa sallam beliau bersabda, “Sesungguhnya bagi orang-orang mukmin di dalam surga disediakan kemah yang terbuat dari mutiara yang besar dan berlubang, panjangnya 60 mil, di dalamnya tinggal keluarganya, di sekelilingnya tinggal pula orang mukmin lainnya namun mereka tidak saling melihat satu sama lain.”[11]

Makanan Penghuni Surga

“Dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih, dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.” (QS. Al Waqi’ah : 20-21). Adapun buah-buahan surga adalah sebagaimana yang difirmankan oleh Allah Ta’ala (yang artinya), “Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : ‘Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.’ Mereka diberi buah-buahan yang serupa” (QS. Al Baqarah : 25). Syaikh As Sa’diy rahimahullah menjelaskan keserupaan dalam ayat diatas dengan, “Ada yang berpendapat serupa dalam hal jenis, namun berbeda dalam penamaan, ada pula yang berpendapat saling menyerupai satu sama lain, dalam kebaikannya, kelezatannya, kesenangannya, dan semua pendapat tersebut benar.”[12]

Minuman Penghuni Surga

“Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari piala (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur, (yaitu) mata air (dalam surga) yang daripadanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya” (QS. Al Insan : 5-6). Ibnu Asyur menjelaskan mengenai kafur “Yaitu minyak yang keluar dari tanaman mirip oleander yang tumbuh di negeri Cina, ketika usianya telah mencapai satu tahun mengalir dari dahannya minyak yang disebut kafur. Minyak tersebut kental, dan apabila bercampur dengan air jadilah ia minuman memabukkan”[13]. Oleh karena itu, “ka’san” dalam ayat ini maksudnya ialah piala yang biasa menjadi wadah khamr, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Jalalain. Kata “ka’san” ini juga dipakai dalam ayat, “Di dalam syurga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe” (QS. Al Insan : 17) dan maksudnya ialah minuman arak yang telah bercampur jahe, karena bangsa Arab dahulu biasa mencampur arak dengan jahe untuk menghilangkan bau busuk yang timbul darinya.

Dahsyatnya Neraka

Neraka disiapkan Allah bagi orang-orang yang mengkufuri-Nya, membantah syariat-Nya, dan mendustakan Rasul-Nya. Bagi mereka adzab yang pedih, dan penjara bagi orang-orang yang gemar berbuat kerusakan. Itulah kehinaan dan kerugian yang paling besar. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.” (QS. Ali Imran : 192). Demikian pula firman Allah Ta’ala, “Katakanlah: “Sesungguhnya orang-orang yang rugi ialah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri dan keluarganya pada hari kiamat.” Ingatlah yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Az Zumar : 15). Itulah seburuk-buruk tempat kembali. “Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Furqan : 66)

Penamaan Neraka

An Naar, neraka secara bahasa ialah kobaran api (al lahab) yang panas dan bersifat membakar. Secara istilah bermakna, suatu tempat yang telah disiapkan Allah subhanahu wa ta’ala bagi orang-orang yang mendurhakai-Nya. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya Allah mela’nati orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka)” (QS. Al Ahzab : 64). Neraka memiliki beragam nama selain an naar, diantaranya Jahannam (lihat QS. An Naba’ : 21-22), Al Jahim (QS. An Naziat : 36), As Sa’ir (QS. Asy Syura : 7), Saqar (QS. Al Mudatsir : 27-28), Al Huthomah (QS. Al Humazah : 4), dan Al Hawiyah (QS. Al Qari’ah : 8-11)

Pintu-Pintu Neraka

“Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka.” (QS. Al Hijr : 44). Pintu yang dimaksud ialah bertingkat ke bawah, hingga ke bawahnya lagi, disediakan sesuai dengan amal keburukan yang telah dikerjakan, sebagaimana ditafsirkan oleh Syaikh As Sa’diy.

Kedalaman Neraka

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu, “Kami bersama Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam, tiba-tiba terdengar suara benda jatuh. Maka Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bertanya, ‘Tahukah kalian apakah itu?’ Kami pun menjawab, ‘Allah dan RasulNya lebih mengetahui’. Rasulullah berkata, ‘Itu adalah batu yang dilemparkan ke dalam neraka sejak tujuh puluh tahun lalu. Batu itu jatuh ke dalam neraka, hingga baru mencapai dasarnya tadi’. [14]

Bahan Bakar Neraka

“Peliharalah dirimu dari neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan bagi orang-orang kafir” (QS. Al Baqarah : 24). Batu yang dimaksud dalam ayat ini ditafsirkan oleh Ibnu Abbas dan sebagian besar pakar tafsir dengan belerang, dikarenakan sifatnya yang mudah menyala lagi busuk baunya. Sebagian pakar tafsir juga berpendapat bahwa yang dimaksud batu di sini, ialah berhala-berhala yang disembah, sebagaimana Allah berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah, adalah umpan Jahannam, kamu pasti masuk ke dalamnya.” (QS. Al Anbiya : 98)

Panas Api Neraka

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu anhu beliau berkata, “Rasulullah shallallaahu alaihi wa salam bersabda, ‘Api kalian, yang dinyalakan oleh anak Adam, hanyalah satu dari 70 bagian nyala api Jahannam. Para shahabat kemudian mengatakan, ‘Demi Allah! Jika sepanas ini saja niscaya sudah cukup wahai Rasulullah! Rasulullah menjawab, ‘Sesungguhnya masih ada 69 bagian lagi, masing-masingnya semisal dengan nyala api ini’”.

Makanan Penghuni Neraka

“Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar” (QS. Al Ghasiyah : 6-7). Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan Ali bin Abi Thalhah, dari Ibnu Abbas, “Itu adalah pohon dari neraka”. Said bin Jubair berkata, “Itu adalah Az Zaqum (pepohonan berduri bagi makanan penghuni neraka)”. Ada pula yang berpendapat bahwa yang dimaksud ialah batu.

Minuman Penghuni Neraka

“Di hadapannya ada Jahannam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diminumnnya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya” (QS. Ibrahim : 16-17). Yaitu mereka diberi air yang amatlah busuk baunya lagi kental, maka merekapun merasa jijik dan tidak mampu menelannya. “Diberi minuman dengan hamiim (air yang mendidih) sehingga memotong ususnya” (QS. Muhammad : 47). Hamiim ialah air yang mendidih oleh panasnya api Jahannam, yang mampu melelehkan isi perut dan menceraiberaikan kulit mereka yang meminumnya. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka)” (QS. Al Hajj : 20).[15]

Mengingat Nikmat Surga dan Adzab Neraka Sumber Rasa Khusyu’ dalam Hati

Yahya bin Mu’adz berkata, “Rasa takut di dalam hati bisa tumbuh dari tiga hal. Yaitu senantiasa berpikir seraya mengambil pelajaran, merindukan Surga seraya memendam rasa cinta, dan mengingat Neraka seraya menambah ketakutan.” Hendaklah diri kita tidak pernah merasa aman dari adzab neraka. Sulaiman At Taimi pernah berkata, “Aku tidak tahu apa yang tampak jelas bagiku dari Rabbku. Aku mendengar Allah ‘azza wa jalla berfirman, “Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang belum pernah mereka perkirakan”. (QS. Az Zumar : 47).[16] Semoga tulisan ini dapat menambah rasa takut dan harap kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, memotivasi kita untuk meningkatkan amal shalih, dan menjauhi larangan-laranganNya.

Read More

IMAN KEPADA HARI AKHIR DAN ALAM GHAIB

 IMAN KEPADA HARI AKHIR DAN ALAM GHAIB


 

1. Pengertian Iman Kepada Hari Akhir

a. Pengertian Iman Kepada Hari Akhir

Yang dimaksud Hari Akhir adalah kehidupan di akhirat yang akan dialami oleh seluruh umat manusia sesudah berakhirnya kehidupan dunia ini. Hari Akhir bisa juga diartikan dengan hari hancurnya alam semesta (Hari Kiamat).

Mengenai kapan akan terjadi kiamat, tidak seorangpun dapat mengetahui kepastian kapan terjadinya, bahkan Nabi Muhammad saw sendiri dan malaikat yang paling utama yakni malaikat Jibril as. sekalipun tidak mengetahui, karena hanya Allah swt semata yang menentukan kapan kiamat dan yang mengetahui kapan terjadinya. Allah swt. berfirman:


يَسْأَلُونَكَ عَنِ السَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَاهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّي ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَا إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْأَلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

Artinya : Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, “Kapan terjadinya?” katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak seorangpun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba". Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang bari kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (QS. Al-A’raf: 187)


Setelah kiamat seluruh umat manusia akan dibangkitkan kembali untuk mempertanggung jawabkan semua amal perbuatannya sewaktu hidup di dunia, dan akan menerima balasannya sesuai dengan amal perbuatannya tersebut. Dengan demikian beriman kepada Hari Akhir adalah meyakini dengan hati adanya kehidupan akhirat sebagai pembalasan atas amal perbuatan manusia selama hidup di dunia. Sekecil apapun perbuatan tersebut, pastilah Allah swt membalasnya dan tidak ada satupun yang tertutupi oleh manusia di hadapan Allah swt kelak.

Hari Akhir merupakan salah satu peristiwa yang wajib kita imani dan percayai adanya sebagai umat muslim, sebab percaya kepada Hari Akhir merupakan rukun Iman ke lima dalam ajaran kita sebagai umat muslim, dosa besar jika kita sampai menganggap bahwa Hari Akhir dan segala yang berkaitan dengannya adalah hal yang mustahil terjadi dan tidak pernah terjadi.


Saat ini banyak manusia yang terlena dengan Hari Akhir disebabkan kehidupan duniawi. Mereka disibukkan dengan kehidupan dunia, sehingga tidak sadar bahwa kematian dengan berbagai caranya akan menjemputnya dimanapun ia berada dan kapanpun waktu yang telah ditentukan oleh Allah swt. Sehingga manusia terbagi menjadi tiga golongan dalam menanggapi hari kiamat ini, yaitu:

a. Golongan yang tidak percaya terhadap kejadian Hari Akhir ini. Mereka beranggapan bahwankehidupan hanyalah ada di dunia, setelah mati maka tak akan ada kehidupan kembali. Golongan ini cenderung sebagian besar hidupnya hanya untuk kepentingan sesaat dan untuk duniawi saja, sehingga golongan ini kelak setelah kiamat akan menjadi golongan yang menyesal. Golongan ini disebut ateis (tidak mempercayai adanya Tuhan). Golongan ini tidak mengenal ibadah, tidak pula mengenal Tuhan.


b. Golongan yang mempercayai adanya reinkarnasi, yakni kembalinya manusia setelah mati sesuai dengan amal perbuatannya, seperti jika manusia tersebut selama kehidupan di dunianya baik, maka ia akan hidup kembali menjadi manusia yang lebih baik atau mulia dalam penjelmaan ruh manusia, begitu juga sebaliknya. Golongan ini banyak dipeluk oleh golongan ardhi, yakni agama buatan manusia.

c. Golongan yang meyakini adanya Hari Akhir, bahwa ada hari kebangkitan kembali dan hari pembalasan bagi umat setelah mati, dan ini disebut sebagai kehidupan yang sebenarnya. Golongan ini dianut pemeluk agama samawi yakni agama yang berasal dari Allah Swt. Semua agama samawi meyakini dan membenarkan terjadinya hari pembalasan atau hari kiamat, sebab agama ini adalah agama yang diwahyukan Allah swt untuk hambanya hingga disempurnakan dengan Islam sebagai agama yang Rahmatan Lil ‘Alamiin.


2. Kebenaran Akan Terjadinya Hari Akhir

a. Kebenaran Al-Quran dan Hadits Mengenai Hari Akhir

Banyak sekali firman Allah swt (Al-Qur’an) maupun sabda Nabi Saw (Al-Hadis) yang menerangkan tentang Hari Akhir dan kehidupan di akhirat. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya keimanan kepada Hari Akhir itu. Berikut ini beberapa dalil naqli tersebut:

وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ

Artinya : “dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (QS. Al- Hajj : 7).

Kemudian firman Allah yang lain dalam surat At-Thaha ayat 15

إِنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَىٰ

Artinya : “Sesungguhnya hari kiamat itu akan datang Aku merahasiakan (waktunya) agar supaya tiap-tiap diri itu dibalas dengan apa yang ia usahakan.”

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw., pernah bersabda yang artinya :

“(Jibril) bertanya: “Apakah iman itu?” Rasulullah Saw. menjawab, “Iman ialah

engkau percaya kepada Allah swt, dan malaikat-malaikat-Nya, dan kitab-kitab-Nya, dan utusan-utusan-Nya, dan hari akhir, dan beriman pada qadha dan qadar-Nya”. (HR. Muslim)

b. Penjelasan Ilmu Pengetahuan Mengenai Hari Akhir

Menurut para pakar/ahli ilmu pengetahuan bahwa matahari itu berupa bola api raksasa yang teramat panas dan memancarkan sinar dan panas ke seluruh planet, termasuk bumi. Matahari berputar cepat dan terus menerus. Oleh karena itu setiap detik matahari kehilangan beratnya sebesar 4.000.000 ton. Matahari akan semakin mengecil, habis dan padam. Pada saat inilah kehancuran dunia dan alam ini akan terjadi.

Para ahli juga mengatakan bahwa daya rotasi dan revolusi benda-benda langit tidak abadi. Dan seluruh galaksi di alam raya ini selain berotasi juga bergerak menjauhi bumi. Semakin jauh letak galaksi dari bumi, semakin cepat gerak tersebut. Selanjutnya mereka mengungkapkan bahwa alam raya ini bersifat seperti balon atau gelembung karet yang sedang ditiup ke segala arah ditandai dengan gerakan galaksi-galaksi tadi. Proses penggelembungan alam raya tersebut pasti suatu saat akan berhenti, seperti sebuah balon bila ditiup akan meletus. Begitu juga alam raya ini akan hancur lebur yakni kiamat.

3. Macam-macam Hari Akhir

Hari kiamat atau Hari Akhir di bagi menjadi dua, yaitu:

a. Kiamat sughra, adalah kiamat kecil, yaitu berakhirnya kehidupan setiap makhluk yang bernyawa misalnya terjadinya kematian, terjadinya musibah seperti banjir, gempa bumi, gelombang tsunami, dsb. Kiamat jenis ini tentunya pasti terjadi pada tiap makhluk di bumi ini, dan hanya diketahui melalui takdir Allah swt yang berkehendak.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Artinya : “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS. Al-Ankabut : 57)


b. Kiamat kubro, adalah kiamat besar, yaitu saat rusaknya jagad raya dengan segala isinya. Inilah yang merupakan janji Allah swt tentang berakhirnya kehidupan di alam dunia ini bagi seluruh makhluk Allah, baik manusia, hewan, tumbuhan dan yang lain sebagainya tanpa terkecuali.

Nama-nama lain hari akhir :

a. Yaumul akhir artinya Hari Akhir (QS. Al-Baqarah ayat 8)

b. Yaumul qiyamah artinya hari kiamat (QS. Al-Baqarah ayat 85)

c. Yaumul ba’ts artinya hari kebangkitan dari alam kubur QS. Ar-Rum ayat 56)

d. Yaumul hisab artinya hari perhitungan amal manusia (QS. Shad ayat 16)

e. Yaumul din artinya hari pembalasan (QS. Al-Fatihah ayat 4).

f. Yaumul haq artinya hari yang pasti terjadi (kiamat ) (QS. An-Naba ayat 29)

g. Yaumul wa’id artinya hari terlaksananya ancaman Allah swt bagi orang ingkar (QS. Qaf: 20)

h. Yaumul hasr artinya hari penyesalan atas dosa (QS. Maryam ayat 39)

i. Yaumul khuruj artinya hari keluar dari kubur (QS. Qaf ayat 42)

j. Yaumul mau’ud artinya hari yang dijanjikan (QS. Al-Buruuj ayat 2)

k. Yaumul ‘asir artinya hari yang sangat sulit (QS. Al-Muddatstsir ayat 9)

l. Yaumul Zalzalah, yaitu hari kegoncangan atau keruntuhan (QS. Al-Zalzalah ayat 1)

4. Tanda-tanda Kiamat

Meskipun Allah swt telah menjelaskan bahwa tidak ada satupun manusia yang tahu kapan kiamat akan terjadi, namun Allah swt masih berkenan dengan menunjukkan tanda-tanda akan datangnya Hari Akhir tersebut, agar manusia betul-betul percaya dan tidak ragu akan datangnya hari kiamat dan akan hadirnya kehidupan akhirat, sehingga manusia akan benar-benar mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kehidupan di akhirat dengan memperbanyak amal kebaikan.

Dalam sebuah hadits Rasulullah menjelaskan, yang artinya :

“Dari Anas ra berkata. Aku mendengar Rasulullah saw bersabda sebagian tanda-tanda akan terjadinya kiamat adalah hilangnya ilmu dan maraknya kebodohan, dan maraknya perzinaan, dan maraknya minuman keras”. (HR. Bukhari Muslim)

Dalam hadis Nabi di atas dijelaskan tentang sebagian tanda-tanda kiamat, yaitu hilangnya ilmu berarti dengan banyaknya para ahli ilmu agama khususnya telah wafat, bertambahnya kebodohan terutama tentang Islam, serta perzinaan dan minuman memabukkan dianggap hal yang wajar dan berada di sekitar manusia.

Tanda-tanda tersebut saat ini mudah kita jumpai dan kita dengar, baik melalui media maupun yang terjadi di sekitar kita. Berpijak pada hadis tersebut, sepertinya memang kiamat atau Hari Akhir telah di depan mata kita, meskipun kita tidak pernah tahu kapan waktunya akan datang. Maka wajiblah kita sebagai manusia selalu ingat dan mendekatkan diri pada Allah swt, tidak ada jalan lain kecuali pertaubatan dan usaha kita memperbaiki diri di dunia sebagai bekal hidup setelah kematian.

Dari penjelasan Nabi Muhammad saw dalam hadis tersebut serta pendapat berbagai ulama yang ada, maka bisa dikatakan bahwa tanda-tanda kiamat terbagi menjadi dua. Yaitu tanda-tanda kecil dan tanda-tanda besar. Tanda kecil bersifat dekadensi moral (rendahnya moralitas manusia) sedang tanda besar mengarah kepada semakin dekatnya kerusakan jagat raya atau semakin tidak teraturnya sistem tata surya.


Tanda-tanda Kiamat Kecil

Tanda-tanda kecil yang dimaksud pada bab ini merupakan tanda akan hadirnya hari yang dijanjikan oleh Allah swt, secara umum bahwa tanda-tanda tersebut menuju ke arah perubahan moral atau penurunan moralitas manusia meskipun terlihat bahwa manusia semakin pandai dan mengalami kemajuan pada sisi keilmuan dan kecanggihan teknologi. Adapun tanda-tanda kecil hadirnya hari kiamat adalah:

1. Manusia bermegah-megahan dan melupakan Allah swt.

2. Sikap durhaka seorang anak terhadap orang tuanya dalam berbagai bentuk seperti,

menghardik, melawan dan tidak mematuhi perintah orang tua.

3. Zina mulai merajalela dan dilegalkan (dihalalkan)

4. Ilmu agama tidak dianggap penting lagi

5. Manusia kembali menyembah selain Allah swt, sehingga benar-benar melupakan-Nya.

6. Banyak ahli Al-Qur’an tetapi kelakuannya fasiq, yaitu hanya buat bacaan tanpa dipahami dan diamalkan oleh pembacanya.

b. Tanda-tanda Kiamat Besar

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيمٌ

Artinya : “Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).” (QS. Al-Hajj : 1)

Ayat di atas menunjukkan kebenaran akan datangnya kiamat dengan tanda-tandanya yang sangat dahsyat, tanda-tanda besar hadirnya kiamat ini merupakan puncak berakhirnya kehidupan makhluk hidup di alam dunia. Tidak ada satupun makhluk yang bisa menghindar dari akibat terjadinya kiamat, sebab kiamat inilah akhir dari segala kehidupan yang selanjutnya seluruh manusia sejak zaman Nabi Adam as hingga datangnya kiamat ini akan mempertanggungjawabkan semua yang telah dilakukan di dunia sekecil apapun. Adapun tanda-tanda datangnya kiamat tersebut adalah:

1. Terbelahnya bulan

2. Matahari terbit dari arah terbenamnya

3. Keluarnya Dukhan (asap beracun) dari perut bumi yang membinasakan umat manusia

4. Seringnya terjadi peristiwa gempa bumi

5. Keluarnya hewan yang aneh dari dalam bumi

6. Keluarnya api dari dasar bumi yang membinasakan manusia

     Tanda-tanda di atas tidak seorangpun yang mengetahui kapan akan terjadi, namun demikian wajiblah bagi umat muslim yang beriman untuk meyakini dan mempercayai bahwa tanda-tanda di atas tersebut akan terjadi, sehingga saat tanda-tanda itu terjadi maka pintu kebaikanpun semakin tertutup dan dunia semakin rusak serta tidak bias dikendalikan oleh kekuatan apapun, di luar kekuatan Allah swt.

5. Peristiwa yang Berhubungan dengan Hari Akhir

a. Alam Barzah

Alam barzah juga disebut alam kubur. Yaitu alam yang membatasi antara alam dunia dan akhirat, di alam barzah manusia sudah dapat merasakan balasan amal baik dan buruk. Firman Allah swt:

لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

Artinya : “agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampal hari mereka dibangkitkan.” (QS. Al-Mukminun : 100).

b. Yaumul Ba’ats

Yaumul ba’ts artinya hari kebangkitan, yaitu hari bangkitnya kembali seluruh umat manusia sejak Nabi Adam as. hingga manusia terakhir dari alam.


c. Yaumul Mahsyar

Yaumul Mahsyar adalah hari berkumpulnya seluruh umat manusia. Setelah dibangkitkan dari alam kubur, manusia digiring dan dikumpulkan di padang mahsyar, yakni tanah lapang yang datar di mana manusia akan berkumpul sesuai dengan keadaan amal dan perbuatan semasa hidupnya. Firman Allah swt:

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْأَرْضَ بَارِزَةً وَحَشَرْنَاهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ أَحَدًا

Artinya : “dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) Kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan Kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak Kami tinggalkan seorangpun dari mereka.” (QS.al-Kahfi: 47)

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ

Artinya : “Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam Keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka”. (QS. Al-Zalzalah: 6)

d. Yaumul Miizaan

Yaumul Mizan yaitu hari penimbangan amal baik dan amal buruk yang dilakukan manusia selama hidupnya. Firman Allah swt.

وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا ۖ وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَاسِبِينَ

Artinya : “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji Sawipun pasti. Kami mendatangkan (pahala) nya. dan cukuplah Kami sebagai Pembuat perhitungan.” (QS. Al- Anbiya: 47)

e. Yaumul Hisab

Yaumul hisab artinya hari perhitungan amal baik dan buruk yang dilakukan selama hidupnya. Pada saat seperti itu seluruh manusia tidak akan bisa memungkiri tentang apa yang telah tertulis dalam catatan amal yang ada. Firman Allah swt.

الْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya : “Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah swt amat cepat hisabnya.” (QS. Al- Mukmin: 17)

f. Shirat

Shirath adalah titian penentu dari setiap manusia setelah diperhitungkan dan ditimbang perbuatan baik- buruknya. Shirath merupakan titian yang akan dilalui oleh seluruh umat manusia untuk menuju ke tempat yang telah ditentukan oleh Allah swt,. Digambarkan bahwa jembatan (titian) tersebut terbentang di atas permukaan neraka Jahanam yang sangat licin, memiliki kait, cakar dan duri. Setelah melewati masa di Mahsyar, kaum Muslim akan dibentangkan shirath

bagi mereka di atas Jahannam sehingga mereka melintasi di atasnya dengan kecepatan sesuai dengan kadar keimanan mereka.

Di titian inilah manusia akan menentukan nasibnya sendiri melalui amal perbuatan yang telah dilakukan selama di dunia, ada yang melewatinya dengan mudah dan cepat, ada yang melewatinya dengan susah sehingga belum sampai di ujung manusia sudah terjatuh ke dalam neraka yang ada di bawahnya.


g. Surga dan Neraka

Surga dan neraka adalah tempat terakhir yang diciptakan oleh Allah swt untuk memberikan balasan atas perbuatan manusia semasa di dunia. Surga adalah tempat yang penuh dengan kenikmatan pada Hari Akhir kelak, disediakan oleh Allah swt untuk orang yang bertaqwa.

جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ ۖ وَالْمَلَائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ

سَلَامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ

Artinya : “Sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum”. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d ayat 23-24)

Neraka adalah tempat yang penuh penderitaan dan siksaan di akhirat kelak sebagai balasan perbutan buruk bagi orang-orang durhaka kepada Allah swt.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

Artinya : “Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. An-Nisa ayat 56)

Secara visual neraka dan surga tidak dapat di gambarkan melalui media apapun, sebab ke dua tempat itu adalah hak penuh Allah swt atas selauruh makhluk di dunia ini. Allah swt hanya memberikan gambaran tentang keadaan yang terjadi di dua tempat tersebut yaitu neraka dan surga. Adapun gambar-gambar yang kita lihat melalui berbagai media merupakan ilustrasi keadaan sebenarnya yang akan terjadi dan kita jumpai kelak. Dengan demikian diharapkan kita selalu memiliki rasa takut akan adzab Allah swt di neraka dan selalu berharap akan kenikmatan- kenikmatan surga yang telah dijanjikan kepada kita.

6. Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir

Hikmah dari beriman kepada Hari Akhir adalah akan menumbuhkan sifat sebagai berikut :

a. Mendorong setiap muslim untuk memperbanyak amal ibadah dan amal kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Karena mereka yakin bahwa hanya dengan amal kebaikan saja yang dapat menyelamatkan dirinya dari siksaan.

b. Mendorong untuk gemar membelanjakan hartanya di jalan Allah swt serta memberantas sifat kikir, tamak dan rakus.

c. Mendorong untuk menghindari perbuatan buruk seperti kebiasaan mencontek, mengambil sesuatu yang bukan hak miliknya, korupsi.

d. Memiliki jiwa pemberani, teguh tidak penakut, terutama berjuang untuk melaksanakan dan menjunjung tinggi ajaran agama Islam.

e. Dalam hidupnya di dunia tidak akan tenggelam dalam arus bermegah-megahan serta tidak pula dengki dan iri hati terhada kenikmatan yang diterima oleh orang lain.

f. Menentramkan batin terutama bagi orang yang mendapatkan perlakuan yang tidak adil atau tindakan yang sewenang-wenang. Sehingga dapat menambah ketabahan, kesabaran dalam menghadapi segala macam ujian dan cobaan hidup

Read More

Social Profiles

Twitter Facebook Google Plus LinkedIn RSS Feed Email Pinterest

About

Facebook

Popular Posts

Blog Archive

Blog Archive

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

BTemplates.com

Blogroll

About

About

Copyright © Rumah Belajar Online | Powered by Blogger
Design by Lizard Themes | Blogger Theme by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com